BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Perubahan berat badan merupakan
indikator yang sangat sensitif untuk memantau
pertumbuhan anak. Bila kenaikan berat badan anak lebih rendah dari yang
seharusnya, pertumbuhan anak terganggu dan anak beresiko akan mengalami
kekurangan gizi. Sebaliknya bila kenaikan berat badan lebih besar dari yang
seharusnya merupakan indikasi resiko kelebihan gizi (Depkes RI, 2010).
Kartu
Menuju Sehat (KMS) adalah kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal anak
berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur. Dengan KMS gangguan
pertumbuhan atau resiko kelebihan gizi dapat diketahui lebih dini, sehingga
dapat dilakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat sebelum masalahnya
lebih berat (Depkes RI, 2010).
Kartu Menuju
Sehat sudah digunakan di Indonesia sejak tahun 1970-an sebagai alat untuk
memantau pertumbuhan anak dibawah umur 5 (lima) tahun (Balita). Pada tahun 2010
Kementrian Kesehatan telah menerbitkan sebuah Peraturan Menteri (PERMENKES)
Nomor : 155/Menkes/Per/I/2010, tentang Penggunaan Kartu Menuju Sehat bagi
balita (Rara Ad-Durra, 2012).
Pada
saat ini pemantauan pertumbuhan merupakan kegiatan utama posyandu yang jumlahnya
mencapai lebih dari 260.000 yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar
tahun 2007 yang dikutip dari Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2007 Nomor
155/Menkes/Per/I/2010 Tentang pengunaan KMS bagi balita menunjukkan bahwa
sebanyak 74,5 % (sekitar 15 juta) balita pernah ditimbang minimal 1 kali selama
6 bulan terakhir, 60,9% di antaranya ditimbang lebih dari 4 kali, dan sebanyak
65% (sekitar 12 juta) balita memiliki KMS (Depkes RI, 2010).
KMS
menjadi media yang efektif dan cepat bagi petugas kesehatan untuk mengetahui
pelayanan kesehatan apa saja yang sudah didapat oleh si anak, khususnya
pemberian imunisasi dan kapsul Vitamin A, dan status gizi anak.
Berdasarkan
laporan pelaksanaan Gebyar Posyandu 27 pada tanggal 27 Desember 2005 di DKI
Jakarta tercatat cakupan balita yang
mempunyai KMS K/S adalah sebesar 76,92%. Cakupan balita yang ditimbang D/S
adalah 50,45%, sedangkan cakupan balita yang naik berat badannya N/D adalah 53,21% (Makmur dan Hatang, 2008)
Berdasarkan
data dari Dinas Kesehatan Kota Langsa jumlah balita untuk seluruh wilayah kerja
Dinas kesehatan Kota Langsa yaitu sejumlah 13.361 anak. Balita yang mempunyai
KMS sebanyak 1.063 anak (Profil Dinkes Kota Langsa, 2007).
Berdasarkan data dari Puskesmas Langsa Kota yaitu terdapat 4.521 balita.
Dan balita yang mempunyai KMS sebanyak 4496 balita (99%). Tetapi pada saat
posyandu ibu yang membawa balita untuk ditimbang dan membawa KMS sebanyak 1050
balita (23%). Dari hal tersebut diatas dapat diketahui bahwa ibu kurang
memahami fungsi dan manfaat KMS bagi bayi.
KMS untuk balita adalah alat yang
sederhana dan murah, yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan
pertumbuhan anak. Dan berdasarkan hasil survey awal di Gampong Daulat Kecamatan
Langsa Kota terdapat 181 balita. Balita yang mempunyai KMS 181 balita (100%).
Tetapi pada saat posyandu ibu yang membawa balitanya untuk ditimbang hanya 18
balita (10%). Berdasarkan data diatas
ibu yang mempunyai balita masih banyak yang tidak mengetahui mamfaat KMS sehingga
pada setiap posyandu atau pergi ketempat pelayanan kesehatan untuk memeriksakan
anaknya masih banyak ibu yang tidak membawa KMS.
Dari
latar belakang di atas penulis tertarik untuk meneliti tentang gambaran
pengetahuan dan sikap ibu tentang pemanfaatan KMS balita di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota
Tahun 2012.
1.2.
Perumusan Masalah
Dari latar
belakang diatas maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimana
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Pemanfaatan KMS (Kartu Menuju Sehat)
Balita Di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun 2012.
1.3.
Tujuan Penelitian
1.3.1
Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan
sikap ibu tentang pemamfaatan KMS (Kartu Menuju Sehat) balita di Gampong Daulat
Kecamatan Langsa Kota Tahun 2012.
1.3.2
Tujuan Khusus
a.Untuk
mengetahui Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang pemanfaatan
KMS balita di
Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun 2012
b.Untuk mengetahui sikap Ibu Tentang pemanfaatan KMS balita di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun
2012
1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1
Bagi Peneliti
Sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan
mengenai pentingnya manfaat KMS untuk membantu memantau gizi balita.
1.4.2 Bagi Ibu
Sebagai informasi kepada ibu
tentang manfaat KMS untuk balita dan ibu.
1.4.3 Bagi Pendidikan
Sebagai bahan pembendaharan
perpustakaan.
1.4.4 Bagi Pembaca
Sebagai Informasi kepada
pembaca tentang manfaat dari KMS balita.
1.5. Ruang lingkup
Ruang lingkup masalah adalah bagaimana
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang manfaat KMS untuk ibu dan balita
berdasarkan sikap dan pengetahuan.
1.6. Keaslian Penelitian
Penelitian
tentang Gambaran Pengetahuan dan Sikap
Ibu Tentang Pemanfaatan KMS (Kartu Menuju Sehat) Balita sepengetahuan penulis
belum pernah dilakukan sebelumnya di
Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota tahun 2012. Penelitian ini ini pernah
dilakukan di Desa Kulu Mila Kabupaten Pidie Tahun 2010. Dan hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat
(KMS) desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010 lebih banyak berada
pada kategori sedang. Perlu dikembangkan teknik penyuluhan, pendidikan kesehatan
lebih terarah, efektif, efisien, menarik dan menjangkau seluruh lapisan
masyarakat yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Konsep KMS
2.1.1 Pengertian KMS
KMS (Kartu Menuju Sehat) merupakan kartu yang memuat
kurva pertumbuhn anak berdasarkan indeks
antropometri berat badan menurut umur yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin
(Depkes RI, 2010).
KMS adalah alat yang
sederhana dan murah, yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan
pertumbuhan anak, oleh karena itu KMS harus disimpan oleh ibu balita dirumah
dan harus selalu dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas
pelayanan kesehatan termasuk bidan dan dokter. Dengan KMS, gangguan pertumbuhan
atau resiko kelebihan gizi dapat diketahui secara dini, sehingga dapat
dilakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat sebelum masalahnya
lebih berat (Creasof, 2008).
2.1.2 Fungsi KMS
Menurut Depkes RI (2010), berdasarkan Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor 155/Menkes/Per/I/2010, fungsi KMS dapat dibagi menjadi 3 (tiga)
bagian utama, antara lain :
a.
Sebagai alat untuk
memantau pertumbuhan anak. Pada KMS dicantumkan grafik pertumbuhan normal anak, yang dapat digunakan
untuk menentukan apakah seorang anak tumbuh normal atau mengalami gangguan
pertumbuhan. Bila grafik berat badan anak mengikuti grafik pertumbuhan pada
KMS, artinya anak tumbuh normal, kecil resiko anak untuk mengalami gangguan
pertumbuhan. Sebaliknya bila grafik berat badan tidak sesuai dengan grafik
pertumbuhan, anak kemungkinan beresiko mengalami gangguan pertumbuhan.
b.
Sebagai catatan
pelayanan kesehatan anak. Di dalam KMS dicatat riwayat pelayanan kesehatan dasar anak terutama berat badan
anak, pemberian kapsul vitamin A, pemberian air susu ibu pada bayi 0-6 bulan
dan imunisasi
c.
Sebagai alat edukasi.
Di dalam KMS dicantumkan pesan-pesan dasar perawatan anak seperti pemberian
makanan anak, perawatan anak bila menderita diare.
2.1.3 Kegunaan KMS
Menurut Depkes
RI (2010), kegunaan KMS yaitu :
a. Bagi Orang tua Balita
Orang tua
dapat mengetahui status pertumbuhan anaknya. Dianjurkan agar setiap bulan membawa balita ke posyandu
untuk ditimbang. Apabila ada indikasi gangguan pertumbuhan (berat badan tidak naik)
atau kelebihan gizi, orangtua balita dapat melakukan tindakan perbaikan,
seperti memberikan makan lebih banyak atau membawa anak ke fasilitas kesehatan
untuk berobat.
Orang tua
balita juga dapat mengetahui apakah anaknya telah mendapat imunisasi tepat dan
mendapatkan waktu dan lengkap dan mendapatkan kapsul vitamin A secara rutin
sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
b. Bagi Kader Posyandu
KMS digunakan untuk mencatat berat badan anak dan
pemberian kapsul vitamin A serta menilai hasil penimbangan. Bila berat badan
tidak naik 1 kali kader dapat memberikan
penyuluhan tentang asuhan dan pemberian makanan anak. Bila berat badan tidak
naik 2 kali atau berat badan berada dibawah garis merah kader perlu merujuk ke
petugas kesehatan terdekat, agar anak mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
KMS juga digunakan kader untuk memberikan pujian kepada
ibu balita bila berat badan anaknya naik serta mengingatkan ibu untuk menimbang
anaknya di Posyandu pada bulan berikutnya.
c.
Bagi Petugas
Kesehatan
Petugas dapat menggunakan KMS untuk mengetahui jenis
pelayanan kesehatan yang telah diterima anak, seperti imunisasi dan kapsul
vitamin A. Bila anak belum menerima pelayanan maka petugas harus memberikan
imunisasi dan kapsul vitamin A sesuai dengan jadwalnya petugas kesehatan juga
dapat menggerakkan tokoh masyarakat dalam kegiatan pemantauan pertumbuhan.
KMS juga dapat digunakan sebagai alat
edukasi kepada para orang tua balita tentang pertumbuhan anak, manfaat
imunisasi dan pemberian kapsul vitamin A, cara pemberian makan, pentingnya air
susu ibu eksklusif dan pengasuhan anak. Petugas dapat menekankan perlunya anak
balita ditimbang setiap bulan untuk memantau pertumbuhannya (Depkes RI, 2010).
2.1.4 Pemantauan Pertumbuhan
Balita
Perubahan berat badan merupakan indikator yang sensitive
untuk memantau pertumbuhan anak. Bila kenaikan berat badan anak lebih rendah
dari yang seharusnya, pertumbuhan anak terganggu dan beresiko akan mengalami
kekurangan gizi, sebaliknya bila kenaikan berat badan lebih besar dari yang
seharusnya merupakan indikasi resiko kelebihan gizi (Depkes RI, 2010).
Dengan penimbangan setiap bulannya diharapkan gangguan
pertumbuhan setiap anak dapat diketahui lebih awal sehingga dapat ditanggulangi
secara tepat dan tepat. Pemantauan pertumbuhan adalah serangkaian kegiatan
terdiri dari :
a. Penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui
penimbangan berat badan setiap bulan, pengisian KMS, menentukan status pertumbuhan
berdasarkan hasil penimbangan berat badan.
b.
Menindak lanjuti
setiap kasus gangguan
pertumbuhan.
Dihubungkan dengan sebuah garis. Rangkaian
garis-garis pertumbuhan anak tersebut membentuk grafik pertumbuhan anak. Pada
balita yang sehat, berat badannya akan selalu naik, mengikuti pita pertumbuhan
sesuai dengan umurnya.
Balita naik berat badannya bila:
garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna, atau garis
pertumbuhannya naik dan pindah ke pita warna diatasnya. Balita tidak naik berat
badannya bila : garis pertumbuhannya turun, atau garis pertumbuhannya mendatar,
atau garis pertumbuhannya naik, tetapi pindah ke pita warna dibawahnya. Berat
badan balita dibawah garis merah artinya pertumbuhan balita mengalami gangguan
pertumbuhan dan perlu perhatian khusus, sehingga harus langsung dirujuk ke
Puskesmas/Rumah Sakit. Berat badan balita tiga bulan berturut-turut tidak naik
(3T), artinya balita mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga harus langsung
dirujuk ke Puskesmas/Rumah Sakit (Inove, 2008).
2.2. Tinjauan Tentang Variabel
2.2.1.Pengetahuan
Manusia
pada dasarnya selalu ingin tahu yang benar. Untuk memenuhi rasa ingin tahu ini,
manusia sejak zaman dahulu telah berusaha mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan
pada dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang
untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Pengetahuan tersebut diperoleh
baik dari pengalaman langsung maupun melalui pengalaman orang lain. Semenjak adanya sejarah kehidupan
manusia dibumi ini, manusia telah berusaha mengumpulkan fakta. Dari fakta-fakta
ini disusun dan di simpulkan menjadi
berbagai teori, sesuai dengan fakta yang dikumpulkan tersebut. Teori-teori
tersebut kemudian digunakan untuk memahami gejala-gejala alam dalam
kemasyarakatanya yang lain sejalan dengan perkembangan kebudayaan umat manusia,
teori tersebut makin berkembang baik kualitas maupun kuantitasnya (Notoatmodjo,
2010).
1) Cara Memperoleh Pengetahuan
Menurut
Notoatmodjo (2010) ada beberapa cara untuk memperoleh pengetahuan, yaitu :
a. Cara coba
salah (Trial and eror)
Cara coba-coba ini dilakukan dengan
menggunakan beberapa kemungkinan dalam memecahkan masalah, dan apabila
kemungkinan tersebut tidak berhasil, dicoba kemungkinan yang lain. Apabila
kemungkinan kedua ini gagal pula, maka dicoba lagi dengan kemungkinan ketiga,
dan apabila kemungkinan ketiga gagal dicoba kemungkinan keempat dan seterusnya,
sampai masalah tersebut dapat terpecahkan. Itulah sebabnya cara ini disebut metode
trial (Coba) and eror (Gagal atau Salah) atau metode (Coba-Salah).
b. Cara kekuasaan
atau otoritas
Dalam
kehidupan manusia sehari-hari, banyak sekali kebiasaan yang dilakukan oleh
orang, tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan tersebut baik atau tidak. kebiasaan ini diwariskan secara turun temurun
dari generasi kegenerasi berikutnya. Prinsip inilah orang lain menerima
pendapat yang dikemukakan oleh orang yang mempunyai otoritas, tanpa terlebih dahulu
menguji atau membuktikan kebenarannya, baik berdasarkan fakta empiris ataupun
berdasarkan penalarannya sendiri. Hal ini disebabkan karena orang yang menerima
pendapat tersebut menganggap apa yang dikemukakannya adalah sudah benar.
c. Berdasarkan pengalaman
pribadi
Pengalaman
adalah guru yang baik, demikian bunyi pepatah. Pepatah ini mengandung maksud bahwa pengalaman
itu merupakan sumber pengetahuan, atau pengalaman itu merupakan suatu cara
untuk memperoleh kebenaran pengetahuan, atau pengalaman itu merupakan suatu
cara untuk memperoleh pengetahuan.
d.
Melalui jalan pikiran
Sejalan
dengan perkembangan kebudayaan umat manusia, cara berpikir manusia pun ikut
berkembang. Dari sini manusia telah mampu menggunakan penalarannya dalam
memperoleh pengetahuannya. Apabila proses pembuatan kesimpulan itu melalui
pernyataan-pernyataan khusus kepada yang umum dinamakan induksi. Sedangkan
deduksi adalah pembuatan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan umum kepada yang
khusus.
e. Kebenaran Secara
intuitif
Kebenaran secara intuitif diperoleh manusia
secara cepat sekali melaluin proses diluar kesadaran dan tanpa melalui proses
penalaran atau berfikir. Kebenaran yang diperoleh melalui intuitif sukar
dipercaya karena kebenaran ini tidak mengunakan cara-cara rasional dan yang
sistematis. Kebenaran ini di peroleh seseorang hanya berdasarkan intuisi atau
suara hati atau bisikan hati saja.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurmala
Sari (2010), bahwa pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS)
di desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010 lebih banyak berada pada
kategori sedang. Ibu yang mempunyai
pengetahuan baik sebanyak 18%, kategori tingkat pengetahuan ibu yang
berpengetahuan sedang sebanyak (64,5%). Perlu dikembangkan teknik penyuluhan,
pendidikan kesehatan lebih terarah, efektif, efisien, menarik dan menjangkau
seluruh lapisan masyarakat yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat.
Hasil penelitian yang dilakukan
oleh Lia, 2009 terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu balita
dengan pemanfaatan KMS balita Di Kelurahan Grabag Kabupaten Magelang.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Salsabila (2011) ibu
dengan pengetahuan Cukup baik tentang KMS sebanyak 24 ibu balita dan kategori
tingkat pengetahuan baik sebanyak 18 ibu balita. Tingkat paham dengan kategori
tingkat pengetahuan cukup baik sebanyak 27 ibu balita dan kategori tingkat
pengetahuan kurang baik sebanyak 24 ibu balita. Kesimpulan yang dapat ditarik
adalah ibu balita yang berpendidikan baik dan usia yang merata, tingkat
pengetahuan tentang KMS yang ada
tergolong cukup baik tidak sesuai dengan teori yang ada. Diharapkan dengan
diketahuinya hasil penelitian ini masyarakan dan tenaga kesehatan lebih
meningkatkan keterlibatannya dalam kegiatan posyandu.
2.2.2.Sikap
Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang
yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap secara nyata
menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang
dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap
stimulus sosial (Notoatmodjo, 2007).
Sikap itu merupakan kesiapan
atau kesedian untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu.
Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan
predisposisi tindakan suatu pengetahuan. Sikap itu merupakan reaksi tertutup,
bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka. Sikap merupakan
kesiapan untuk bereaksi terhadap objek dilingkungan tertentu sebagai suatu
penghayatan terhadap objek (Notoatmodjo, 2007).
1) Faktor yang mempengaruhi Terbentuknya Sikap
Pembentukan sikap seseorang
sangat ditentukan oleh: kepribadian, intelegensia, minat. Sikap dapat
dipelajari, dibentuk, dan sikap akan mencerminkan kepribadian seseorang. Sikap
dapat dipelajari, dimana belajar itu adalah berlatih, dan belajar berlangsung
seumur hidup.
Sikap itu mempunyai tiga
komponen pokok yaitu: petama kepercayaan (keyakinan), ide, dan konsep terhadap
suatu objek. Kedua kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek.
Ketiga kecenderungan untuk bertindak. Ketiga komponen ini secara bersama-sama
membentuk sikap yang utuh. Dalam penentuan sikap yang utuh ini, pengetahuan,
berfikir, keyakinan dan emosi memegang peranan penting (Notoatmodjo, 2007).
2) Tingkatan Sikap
Menurut Notoatmodjo (2007)
tingkatan sikap terbagi menjadi 4 bagian utama, diantaranya adalah pertama
menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau menerima atau memperhatikan
stimulus yang telah diberikan (obyek). Misalnya sikap orang terhadap intervensi
keperawatan dapat dilihat dari kesediaan dan perhatian orang itu terhadap
ceramah-ceramah tentang intervensi keperawatan atau dengan kata lain orang atau
subyek mau dan memperhatikan stimulus yang telah diberikan (obyek). Kedua
merespon yaitu memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan, dan
menyelesaikan tugas yang telah diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.
Karena dengan suatu usaha
untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang telah diberikan, lepas
pekerjaan itu benar atau salah, adalah berarti orang menerima ide tersebut.
Ketiga menghargai yaitu mengajak orang lain untuk mengerjakan atau
mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah. Keempat bertanggung
jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko
(Notoatmodjo, 2007).
Hasil penelitian yang
dilakukan oleh Anita, 2009 didapatkan
gambaran dari 96 responden mengenai sikap ibu dalam pemanfaatan KMS di Desa
Kajarharjo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi bahwa sebagian besar
menunjukkan sikap positif atau mempunyai pengetahuan yang baik tentang Manfaat
KMS yaitu sebanyak (73,96%) responden.
2.3. Kerangka Teoritis
Berdasarkan teori
yang telah dikemukakan dalam tinjauan pustaka, maka kerangka teoritis gambaran
pengetahuan dan sikap ibu tentang pemanfaatan KMS balita di Gampong Daulat
Kecamatan Langsa Kota Tahun 2012 :
Notoatmodjo
(2007)
-Pengetahuan
-Sikap
|
Notoatmodjo,
(2010)
-Pengetahuan
|
Manfaat
KMS Balita Dalam Buku KIA
|
Gambar 2.1. Kerangka Teoritis
BAB
III
KERANGKA
KONSEP
3.1 Kerangka Konsep Penelitian
Berdasarkan
telaah pada tinjauan kepustakaan, maka untuk mengetahui gambaran pengetahuan
dan sikap ibu tentang pemanfaatan KMS balita di Gampong Daulat Kecamatan Langsa
Kota Tahun 2012 adalah sebagai berikut :
Variabel Penelitian
Pengetahuan
|
Pemanfaatan
KMS
|
Sikap
|
Gambar 3.1. Kerangka Konsep
3.2.
Definisi Operasional
Tabel 3.1 Defenisi Operasional
No
|
Variabel Penelitian
|
Defenisi
Operasional
|
Alat
Ukur
|
Cara
Ukur
|
Skala Ukur
|
Hasil Ukur
|
1
|
Pemanfaatan KMS
|
Ibu yang mempunyai balita dan membawa KMS
ke posyandu yang dibuktikan dengan catatan pada KMS
|
KMS
|
Melihat KMS
|
Ordinal
|
Ada
Tidak
|
2
|
Pengetahuan ibu tentang manfaat KMS
|
Hasil tahu ibu tentang manfaat KMS balita
|
Kuesioner
|
Wawancara
|
Ordinal
|
Baik
Cukup
Kurang
|
3
|
Sikap
Ibu
|
Tanggapan
ibu tentang manfaat KMS
|
Kuesioner
|
Observasi
|
Ordinal
|
Positif
Negatif
|
3.3. Cara Penyelesaian Variabel
Cara
pengumpulan variable pada penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu :
3.3.1. Pemanfaatan KMS
1.
Ada : Jika ada catatan pada KMS yang menunjukkan bahwa
ibu ada membawa KMS pada
saat posyandu
2.
Tidak : Jika tidak ada catatan yang
menunjukkan bahwa ibu
ada membawa KMS pada saat
posyandu
3.3.2. Pengetahuan
(Nursalam, 2005)
Variabel pengetahuan ibu tentang
pemanfaatan KMS terdiri dari 10 soal.
Untuk setiap pertanyaan kriterianya adalah sebagai berikut :
Jika jawaban benar diberi nilai 1
Jika jawaban salah diberi nilai 0
Hasil penelitian dikategorikan
menjadi :
1.
Baik : Bila responden dapat menjawab dengan benar, skor 8-
10 (76%-100%) dari seluruh
pertanyaan yang diberi
kan kuesioner.
2.
Cukup : Bila responden dapat menjawab dengan
benar, skor 6-
7 (56%-75%) dari seluruh
pertanyaan yang diberikan
kuesioner.
3.
Kurang : Bila
responden dapat menjawab dengan benar,
skor
0-5 (< 56%) dari seluruh
pertanyaan yang diberikan
kuesioner”
3.3.3
Sikap
(Notoatmodjo, 2007)
Pertanyaan sikap terdiri dari 5
pertanyaan positif dan 5 pertanyaan negative. Jawaban untuk pertanyaan positif
yaitu Sangat Setuju (SS) mendapat skor 4, Setuju (S) mendapat skor 3, Tidak Setuju
(ST) mendapat skor 2 dan Sangat Tidak Setuju
(STS) mendapat skor 1. Sedangkan untuk pertanyaan negative jawaban Sangat Setuju
(SS) mendapat skor 1, Setuju (S) mendapat skor 2, Tidak Setuju (TS) mendapat
skor 3, dan Sangat Tidak Setuju (STS) mendapat skor 4.
Skor perolehan maksimum dari 10 pertanyaan adalah 40 dan nilai minimum
adalah 10. Responden digolongkan memiliki sikap positif bila skor 25-40
(>50%) dari nilai maksimum dan di golongkan memiliki sikap negatif bila skor
10-24 (< 50%) dari nilai maksimum.
BAB IV
METODE
PENELITIAN
4.1.
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian deskriptif,
dimana variabel sebab dan akibat yang
terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang
bersamaan (Notoatmojo, 2005).
4.2.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Gampong Daulat Kecamatan Langsa
Kota, dan waktu penelitian dilakukan tanggal 15 sampai dengan 22 Juni 2012.
4.3.
Populasi dan Sampel
a. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian
atau objek yang diteliti (Notoatmojo, 2005)
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita
yang memiliki KMS tetapi KMS tersebut tidak terisi pada setiap bulannya
(posyandu) di Gampong Daulat yaitu
sebanyak 73 orang
b. Sampel adalah sebagian yang diambil dari
keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi
(Notoatmojo, 2005)
Dalam penelitian ini penulis mengambil tehnik
total sampling yaitu ibu yang mempunyai balita dan KMS, tetapi KMS tersebut tidak di isi secara rutin
pada setiap bulannya yaitu sejumlah 73 balita.
4.4. Cara Pengumpulan Data
a. Data Primer
Data yang dikumpulkan secara langsung dengan responden
melalui pengisian kuesioner oleh
responden.
b. Data Sekunder
Data yang dikumpulkan peneliti
melalui registrasi jumlah balita yang ada di Gampong Daulat Tahun 2012.
4.5. Instrumen Penelitian
Instrumen pada penelitian adalah kuesioner yang berisikan pertanyaan
yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan kerangka konsep dengan jumlah
pertanyaan sebanyak 20 soal.
4.6.
Pengolahan Data
Data yang telah didapat
dari hasil pengkajian responden melalui wawancara mengunakan kuisioner diolah
secara manual dengan langkah-langkah
sebagai berikut.
a. Editing
Memeriksa
kuisioner yang telah masuk apabila semua pertanyaan telah di isi.
b. Coding
Memberikan kode-kode angka tertentu pada masing-masing
kategori jawaban dari responden.
c.
Scoring
Memberikan skor pada setiap jawaban dari
responden
d.
Tabulating
Memasukkan data atau menyusun data kedalam
bentuk tabel untuk dianalisa.
4.7.
Analisa Data
Data
dianalisa secara manual dengan perhitungan statistik deskriptif dengan
menghitung persentase dari tiap tabel dari setiap pertanyaan dengan rumus :
P
= f x
100 %
n
Keterangan :
P = Angka Persentase
f = Frekuensi teramati
n =
Jumlah responden
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Gampong Daulat terletak diwilayah
kecamatan Langsa Kota berbatasan dengan :
a.
Sebelah Utara dengan Gampong Meutia
b.
Sebelah Selatan dengan Peukan Langsa
c.
Sebelah Barat dengan PB.Blang Pase
d.
Sebelah Timur dengan Gampong Blang Senibong
Luas wilayah Gampong Daulat ± 15000 m
dengan jumlah dusun sebanyak 4 dusun dan jumlah penduduk 1404
jiwa yang terbagi dalam 351 Kepala Keluarga. Di Gampong Daulat terdapat 1
polindes.
5.2 Hasil Penelitian
Pengumpulan data telah peneliti
lakukan pada tanggal 8 Juni sampai dengan 20 Juni 2012 di Gampong Daulat
Kecamatan Langsa Kota. Jumlah ibu yang diteliti sejumlah 73 orang. Berdasarkan
jawaban kuesioner dari responden maka didapatkan hasil sebagai berikut :
5.2.1 Univariat
Tabel 5.1
Distribusi
Frekuensi Gambaran Pemanfaatan KMS (Kartu menuju Sehat) Balita Di Gampong
Daulat Kecamatan Langsa Kota
Tahun 2012
No
|
Pemanfaatan KMS
|
F
|
%
|
1
2
|
Ada
Tidak Ada
|
25
48
|
34,2%
65,7%
|
Jumlah
|
73
|
100
|
Sumber
: Data Primer (Diolah tahun 2012)
Berdasarkan tabel 5.1 diatas dapat
dilihat dari 73 ibu yang mempunyai balita
mayoritas tidak ada memanfaatkan KMS balita sejumlah 48 orang (65,7%) dan ibu
yang ada memanfaatkan KMS sejumlah 25 orang (34,2%).
5.2.2 Bivariat
Tabel 5.2
Distribusi
Frekuensi Gambaran Pengetahuan Ibu Terhadap Pemanfaatan
KMS (Kartu Menuju Sehat) Balita Di Gampong Daulat
Kecamatan Langsa Kota
Tahun 2012
No
|
Pengetahuan
|
F
|
%
|
1
2
3
|
Baik
Cukup
Kurang
|
7
14
52
|
9,5%
19,1%
71,2%
|
Jumlah
|
73
|
100
|
Sumber : Data Primer (Diolah tahun 2012)
Berdasarkan tabel 5.2 diatas dapat dilihat bahwa
dari 73 ibu yang mempunyai balita mayoritas mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 52 orang (71,2 %) dan
minoritas berpengetahuan baik sebanyak 7 orang (9,5 %).
Tabel
5.3
Distribusi Frekuensi
Gambaran Sikap Ibu Terhadap Pemanfaatan KMS
(Kartu Menuju Sehat) Balita Di Gampong Daulat
Kecamatan Langsa Kota
Tahun 2012
No
|
Sikap
|
F
|
%
|
1
2
|
Positif
Negatif
|
52
21
|
71,2%
28,7%
|
Jumlah
|
73
|
100
|
Sumber : Data Primer (Diolah tahun 2012)
Berdasarkan tabel 5.3 diatas
dapat dilihat dari 73 ibu yang mempunyai
balita mayoritas mempunyai sikap positif memanfaatkan KMS balita sejumlah 52
orang (71,2%) dan minoritas ibu yang mempunyai sikap negatif sejumlah 21 orang
(28,7%).
5.2 Pembahasan
5.2.1 Pemanfaatan KMS
Hasil penelitian diatas
menunjukkan dari 73 ibu yang mempunyai balita mayoritas tidak ada memanfaatkan
KMS sejumlah 48 responden (65,7%). Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa
masih banyak ibu yang tidak memanfaatkan KMS, hal ini dikarenakan kurangnya
pengetahuan ibu tentang manfaat KMS. Sehingga diperlukan adanya penyuluhan dari
petugas kesehatan tentang manfaat dan fungsi KMS bagi Ibu dan bayi.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Atikah
Rahayu (2007), ibu yang termasuk ke dalam kategori baik dalam memanfaatkan KMS
serta melakukan kunjungan ke posyandu 8-11 kali/tahun adalah sebanyak 11 orang
(18%), yang termasuk kategori cukup baik sebanyak 25 orang (37,9%) dan yang
termasuk dalam kategori kurang baik adalah sebanyak 25 orang (43,1%).
Hasil peneltian ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Farida (2011) di Desa Selodoko Kecamatan Ampel Kabupaten
Boyolali yaitu tingkat
pemanfaatan
responden terhadap KMS sebagian
besar masih kurang yaitu 74,5%.
5.2.2 Pengetahuan
Tabel 5.2 menyimpulkan
bahwa terdapat kecendrungan hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemanfaatan
KMS balita di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun 2012, yang ditunjukkan oleh hasil
tabulasi yaitu mayoritas responden mempunyai pengetahuan
kurang tentang manfaat KMS yaitu sejumlah 52 orang (71,2%).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
pengetahuan ibu tentang pemanfaatan KMS Balita masih kurang, Hal tersebut
dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat KMS balita. Perlu dikembangkan
teknik penyuluhan, pendidikan kesehatan lebih terarah, efektif, efisien,
menarik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang disesuaikan dengan
tingkat pendidikan masyarakat.
Hasil penelitian ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Lia, 2009 terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan ibu balita dengan pemanfaatan KMS balita Di
Kelurahan Grabag Kabupaten Magelang.
Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Salsabila (2011) ibu dengan pengetahuan Cukup
baik tentang KMS sebanyak 24 ibu balita dan kategori tingkat pengetahuan baik
sebanyak 18 ibu balita. Tingkat Paham dengan kategori tingkat pengetahuan cukup
baik sebanyak 27 ibu balita dan kategori tingkat pengetahuan kurang baik
sebanyak 24 ibu balita. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah ibu balita yang
berpendidikan baik dan usia yang merata, tingkat pengetahuan tentang KMS yang ada tergolong cukup baik tidak sesuai
dengan teori yang ada. Diharapkan dengan diketahuinya hasil penelitian ini
masyarakat dan tenaga kesehatan lebih meningkatkan keterlibatannya dalam
kegiatan posyandu.
Hasil penelitian yang
dilakukan oleh Atikah (2010) Tingkat pengetahan ibu dalam kategori cukup baik
sebanyak 21 orang (36,2%), dan kategori kurang baik sebanyak 24 orang (41,4%). Ada
hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan penggunaan KMS dalam pemantauan
pertumbuhan balita.
Peneliti
berasumsi bahwa ada keterkaitan antara pengetahuan ibu balita dengan
pemanfaatan KMS balita, ibu yang memiliki pengetahuan tentang manfaat KMS akan
lebih memanfaatkan KMS dalam setiap pelaksanaan Posyandu guna memantau
pertumbuhan dan perkembangan balita.
5.2.3 Sikap
Tabel 5.3 menyimpulkan bahwa tidak
ada kecendrungan hubungan antara sikap dengan pemanfaatan KMS balita di Gampong
Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun 2012. Yang di tunjukkan oleh hasil tabulasi yaitu mayoritas responden
yang memiliki sikap positif tidak ada memanfaatkan KMS sebanyak 52 orang (71,2%).
Hasil penelitian di
atas menunjukkan bahwa ibu memiliki sikap yang positif tentang pemanfaatan KMS.
Hal tersebut menunjukkan bahwa ibu sudah memiliki sikap yang positif tentang
manfat dan fungsi KMS bagi ibu dan bayi. Hal ini disebabkan ibu mungkin sudah
memiliki pengalaman tentang manfaat KMS dari anak yang terdahulu.
Hasil penelitian ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh
Anita (2009) yaitu didapatkan gambaran
dari 96 responden mengenai sikap ibu
dalam pemanfaatan KMS di Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru Kabupaten
Banyuwangi bahwa sebagian besar menunjukkan sikap positif atau mempunyai
pengetahuan yang baik tentang Manfaat KMS yaitu sebanyak (73,96%) responden.
Hasil penelitian ini
tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Atikah (2010) di Desa Telok
Selong Ilir Kecamatan Martapura Barat
Kabupaten Banjar Tahun 2007. Sikap ibu balita dengan kategori baik
sebanyak 12 orang (20,7%), kategori cukup baik sebanyak 25 orang (43,1%) dan
kategori kurang baik sebanyak 21 orang (36,2%). Ada hubungan antara sikap ibu dengan
penggunaan KMS dalam pemantauan pertumbuhan balita.
Peneliti berasumsi bahwa tidak ada keterkaitan antara sikap ibu balita
dengan pemanfaatan KMS balita, sikap ibu yang positif tentang pemanfaatan KMS
dalam setiap pelaksanaan Posyandu tidak mempengaruhi pemanfaatan KMS bagi ibu.
BAB
VI
KESIMPULAN
DAN SARAN
6.1
Kesimpulan
Mayoritas ibu yang mempunyai balita
di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun 2012 tidak
ada memanfaatkan KMS sejumlah 48 responden (65,7%). Penelitian ini menyimpulkan
bahwa ada keterkaitan antara pengetahuan ibu balita dengan pemanfaatan KMS
balita di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun 2012. Dan tidak ada
keterkaitan antara sikap ibu balita dengan pemanfaatan KMS balita di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun
2012.
6.2 Saran
Diharapkan kepada ibu agar selalu mencari
informasi terkini melalui petugas kesehatan, media massa, dll tentang manfaat
dan fungsi KMS bagi ibu dan bayi guna mencegah bayi mengalami gangguan
pertumbuhan. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi sumber rujukan mahasiswa
untuk penelitian sejenis di Akademi Kebidanan Harapan Ibu Langsa.
DAFTAR PUSTAKA
Anita. 2009. KTI
Sikap Ibu Dalam Pemanfaatan KMS di desa
kajarharjo kecamatan kalibaru kabupaten banyuwangi, (http://skripsi-qt.blogspot.com/2011/04/sikap-ibu-dalam-pemanfaatan-
kms-di desa-kajarharjo-kecamatan-kalibaru-kabupaten-banyuwangi.html, diakses oleh Listiawati
4 April 2012, jam 9:49 wib).
Atikah R. 2010. KTI Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Penggunaan Kartu Menuju
Sehat (KMS) Balita Di Desa Telok Selong Ilir Kecamatan Martapura
Barat Kabupaten Banjarmasin Tahun 2007.( http://alulum.baak.web.id/files/2.%20atikah%20rahayu%20dkk%20januari%202010.pdf,
diakses oleh Listiawati 6 Juli 2012, jam 16.00 wib)
Akademi Kebidanan Harapan Ibu Langsa. 2010. Pedoman
Penulisan Karya Tulis Ilmiah Akademi Kebidanan Harapan Ibu Langsa.
Depkes RI. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Penggunaan
Kartu Menuju Sehat (KMS) Bagi Balita.
Jakarta
Gani. 2007. Menjamin
Gizi Anak, (http://www, menjamin-gizi-pada-anak/html, diakses oleh Listiawati, 23 Maret 2012, jam 10:51 wib).
Inove. 2008.
Status Gizi versi KMS, (http://creasoft.wordpress.com/2008/05/01.status
-gizi-versi-kms/Blog at WordPress.com, diakses oleh Listiawati, 1 Mei 2008, jam
19.16 wib).
Lia. 2009. Hubungan
Antara Faktor Pengetahuan, Sikap Dan
Kepercayaan Terhadap KMS Di Kelurahan
Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten
Magelang, (http://eprints.undip.ac.id/9281/ diakses oleh Listiawati, 3April 2012,
15:37wib).
Makmur A & Hatang
I H. 2008. Laporan penelitian
Study Pemanfaatan Posyandu Di Kelurahan Cipinang Muara Kec. Jatinegara Kodya
Jakarta Timur Tahun 2007, (http://www.docstoc.com/docs/69490396/Data-Depkes-Tentang-Jumlah-Kunjungan-Balita-Ke-Posyandu-Berdasarkan-Umur
diakses oleh Listiawati, 3 April 2012, jam 14:53 wib).
Notoatmodjo. 2005. Metode
Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta Jakarta
Nurmala S. 2010. Tingkat
pengetahuan Ibu Tentang Pemanfaatan KMS di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten
Pidie Tahun 2010. (http://syehaceh.wordpress.com/
diakses oleh Listiawati, 2 April 2012, jam 10:00 wib).
Nursalam. 2008. Konsep
dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika.
Jakarta
Rara Ad-duura. 2012. Pengertian dan fungsi kartu menuju sehat
(KMS), http://gizimu.com/tag/pengertian-dan-fungsi-kartu-menuju-sehat-kms/.
di akses oleh Listiawati, 2 April 2012, jam 17.00 wib.
Salsabila. 2011. Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang KMS Di Desa
XX http://skripsi-qt.blogspot.com/2011/04/tingkat-pengetahuan-ibu-balita-tentang.html, diakses oleh Listiawati, 3 April 2012, jam 05:18 wib.
KUISIONER
GAMBARAN
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PEMANFAATAN KMS (KARTU MENUJU SEHAT)
BALITA
DI GAMPONG DAULAT KECAMATAN
LANGSA
KOTA TAHUN 2012
I. Saya sangat menghargai setiap jawaban anda,
karena jawaban yang anda berikan diharapkan sesuai dengan pengetahuan yang anda
miliki dan keadaan yang anda alami sendiri, maka tidak ada jawaban yang
disalahkan selain itu identitas anda akan dirahasiakan.
II. Identitas Respondent :
No.
Respondent :
Umur :
Tanggal :
Tanda
Tangan :
III. Petunjuk Pengisian
1.
Bacalah baik-baik pada setiap pertanyaan
2. Berikanlah tanda
silang ( x ) pada setiap jawaban yang menurut ibu benar
3.
Mohon agar setiap pertanyaan di jawab sejujur-jujurnya
IV.
Pengetahuan
1.
KMS adalah
a.
Kartu yang memuat kurva pertumbuhan anak
b.
Kartu menuju sehat
c.
Kartu untuk posyandu
2.
Kepanjangan dari KMS adalah
a. Kartu
menuju sakit
b. Kartu
menuju sehat
c. Kartu
menuju selamat
3. KMS dapat digunakan untuk memantau?
a. Pertumbuhan anak
b. Perkembangan anak
c. Kepintaran anak
4.Bila berat badan anak tidak naik 2 kali
berturut-turut maka anak sebaiknya ?
a. Dibawa ke puskesmas
b. Dirujuk ke petugas kesehatan
c. Dibawa ke rumah sakit
5. KMS merupakan kartu yang memuat
kurva pertumbuhan anak berdasarkan ?
a. Umur dan berat badan anak
b. Tinggi
badan anak
c. Tinggi
dan umur anak
6.
Bila grafik berat badan anak mengikuti grafik pertumbuhan pada KMS artinya ?
a. Anak tumbuh tidak normal
b. Anak
tumbuh sehat
c. Anak
tidak sehat
7. Bila grafik berat badan anak tidak sesuai
dengan grafik pertumbuhan anak artinya ?
a. Anak kemungkinan beresiko
mengalami gangguan pertumbuhan
b. Anak
sehat-sehat saja
c. Anak
kurang sehat
8. KMS berfungsi sebagai catatan
pelayanan kesehatan dasar anak, terutama yaitu ?
a. Berat badan anak, pemberian
kapsul vitamin A, dan pemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan
b. Berat
badan, tinggi badan. pemberian kapsul vitam A
c. Berat
badan anak dan pemberian ASI eksklusif
9. KMS berisi pesan-pesan dasar
perawatan anak yaitu ?
a. Pemberian makanan pada anak, perawatan anak
bila menderita diare
a. Penimbangan
anak
b. Pengukuran
tinggi badan anak
10. Manfaat KMS bagi orang tua yaitu ?
a. Untuk
mengetahui status pertumbuhan anaknya
b. Untuk
mengetahui perkembangan mental anaknya
c.
Untuk mengetahui perkembagan fisik anaknya
V. Sikap
Jawablah pertanyaan di bawah berikut
dengan menceklist salah satu kolom dibawah ini.
Keterangan
: SS (Sangat Setuju)
S (Setuju)
TS (Tidak Setuju)
STS (Sangat Tidak Setuju)
No
|
Pertanyaan
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
KMS
sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi
KMS
harus disimpan oleh ibu balita dan dibawa setiap kali mengunjungi posyandu
dan fasilitas kesehatan.
Untuk
mengetahui pertumbuhan balita dapat diketahui dengan menggunakan KMS
KMS
merupakan alat yang murah dan sederhana yang dapat memantau pertumbuhan anak
Gangguan
pertumbuhan atau resiko kelebihan gizi dapat diketahui secara dini dengan
adanya KMS
KMS
merupakan alat yang sulit dimengerti oleh ibu balita
Perubahan
berat badan anak merupakan suatu hal yang biasa terjadi pada balita
Pertumbuhan
balita dapat diketahui apabila balita tidak setiap bulan ditimbang
Berat
badan balita tiga bulan berturut-turut tidak naik merupakan hal biasa yang
terjadi
Berat
badan balita di bawah garis merah artinya pertumbuhan balita mengalami
gangguan pertumbuhan
|
|
|
|
|
TABEL
SKOR
Variabel
|
No
|
Skor
|
Keterangan
|
||
A
|
B
|
C
|
|||
Pengetahuan
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
|
0
1
0
1
0
1
0
0
0
0
|
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
|
Baik (76-100%)
Cukup (56-75%)
Kurang (0-55%)
|
Variabel
|
No
|
Skor
|
Keterangan
|
|||
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
|||
Sikap
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
4
4
4
4
4
1
1
1
1
1
|
3
3
3
3
3
2
2
2
2
2
|
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
|
1
1
1
1
1
4
4
4
4
4
|
Positif
(>50%)
Negatif
(<50 o:p="">
|
PERNYATAAN
BERSEDIA MENJADI RESPONDEN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini,
Inisial Nama :
Umur :
Alamat :
Setelah mendapat penjelasan mengenai
penelitian ini, maka saya menyatakan bersedia menjadi responden
untuk penelitian yang berjudul ” Gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang
pemanfaatan KMS balita di gampong Daulat Kecamatan Langsa Barat Tahun 2012.
Demikianlah pernyataan ini saya
perbuat.
Responden
(............................)
LEMBAR
PERSETUJUAN
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU
TENTANG KMS (KARTU
MENUJU SEHAT)
BALITA DI
GAMPONG DAULAT
KECAMATAN LANGSA KOTA
TAHUN 2012
Karya Tulis Ilmiah ini Telah Disetujui
Untuk Dipertahankan
Dalam Sidang Karya Tulis Ilmiah
Pada Tanggal :
16 Juli 2012
Pembimbing
(T Iskandar Faisal, S.Kp, M.Kes)
Diketahui Oleh
Direktur AKBID Harapan Ibu Langsa
(Marlindawati,
SKM)
LEMBARAN
PENGESAHAN
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KMS BALITA DALAM BUKU KIA DI GAMPONG DAULAT
KECAMATAN LANGSA KOTA
TAHUN 2012
Karya Tulis Ilmiah Ini Telah Diuji,
Diperiksa Dan Dipertahankan Pada
Tanggal 16 Juli 2012 Dan
Dinyatakan Telah memenuhi syarat
Untuk Diterima Sebagai Salah Satu Syarat Untuk
Menyelesaikan Pendidikan Diploma
- III
Kebidanan Di
Akademi Kebidanan
Harapan Ibu Langsa
Penguji I Penguji II Ketua Sidang
(Emilda AS,SST, MPH) (Nova
Hasbani Prima Dewi, S.Sos, S.Kom) (T.Iskandar Faisal,S.Kp,
M.Kes)
Mengetahui:
Direktur Akademi Kebidanan Harapan
Ibu Langsa
(Marlindawati,
SKM)
Halaman
LEMBAR COVER
LEMBAR JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PERNYATAAN
ABSTRAK
ABSTRACT
KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... iv
DAFTAR
GAMBAR.......................................................................................... vi
DAFTAR
TABEL............................................................................................... vii
DAFTAR
LAMPIRAN...................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1. Latar
Belakang............................................................................ 1
1.2. Perumusan Masalah.................................................................... 3
1.3. Tujuan
Penelitian........................................................................ 4
1.4.. Manfaat
Penelitian...................................................................... 4
1.5. Ruang Lingkup........................................................................... 5
1.6. Keaslian
Penelitian .................................................................... 5
BAB II......................................................................................................... TINJAUAN
PUSTAKA 6
2.1.. Konsep KMS ............................................................................. 6
2.1.1
Pengertian KMS................................................................ 6
2.1.2
Fungsi KMS...................................................................... 6
2.1.3
Kegunaan KMS................................................................. 7
2.1.4
Pemantauan Pertumbuhan Balita....................................... 9
2.2.. Tinjauan Tentang Variabel.......................................................... 10
2.2.1 Pengetahuan...................................................................... 10
2.2.2 Sikap..................................................................................
14
BAB III........................................................................................................ KERANGKA
KONSEP 17
3.1.. Kerangka
Konsep Penelitian .................................................... 17
3.2.. Definisi
Operasional.................................................................. 18
3.3.. Cara
Pengukuran Variabel ........................................................ 19
iv
|
4.1.. Jenis
Penelitian.......................................................................... 21
4.2.. Lokasi Dan
Waktu Penelitian ................................................... 21
4.3.. Populasi
Dan Sampel................................................................. 21
4.4.. Cara
Pengumpulan Data............................................................ 22
4.5.. Instrumen
Penelitian.................................................................. 22
4.6.. Pengolahan
Data........................................................................ 22
4.7.. Analisa
Data ............................................................................. 24
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................. 25
5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian............................................ 25
5.2 Hasil Penelitian............................................................................ 25
5.2.1
Pemanfaatan KMS Balita................................................... 26
5.2.2
Pengetahuan........................................................................ 26
5.2.3
Sikap................................................................................... 27
5.2.4
Distribusi Frekuensi Pemanfaatan KMS berdasarkan
Pengetahuan........................................................................ 27
5.2.5
Distribusi Frekuensi Pemanfaatan KMS Berdasarkan
Sikap................................................................................... 28
5.3 Pembahasan................................................................................. 29
5.3.1
Pemanfaatan KMS.............................................................. 29
5.3.2
Pengetahuan Ibu Terhadap Pemanfaatan KMS Balita....... 29
5.3.3
Sikap Ibu Terhadap Pemanfaatan KMS Balita................... 31
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN...................................................... 33
6.1 Kesimpulan.................................................................................. 33
6.2 Saran............................................................................................ 33
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
v
|
GAMBARAN
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG
PEMANFAATAN KMS (KARTU MENUJU SEHAT) BALITA
DI
GAMPONG DAULAT KECAMATAN
LANGSA
KOTA
TAHUN
2012
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Diploma III Kebidanan di Akademi Kebidanan
Harapan Ibu Langsa
Disusun Oleh :
LISTIAWATI
NIM : 73240S09025
AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN IBU
LANGSA
2012
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, shalawat dan salam keharibaan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umat
manusia ke alam yang berilmu pengetahuan,
sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Pemanfaatan KMS (Kartu Menuju Sehat) Balita di
Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Tahun
2012”.
Dalam penyusunan Karya Tulis
Ilmiah ini penulis banyak mendapatkan bimbingan, petunjuk serta dorongan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta atas do’a dan segala
dukungannya dalam segala hal. Dan tak lupa pula untuk kakakku dan adik-adikku
terkasih atas segala kasih sayang selama ini.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat,
penulis juga mengucapkan terima kasih yang sangat besar kepada :
1.
Ibu Hj. Anny Anwar selaku Ketua Yayasan Akademi
Kebidanan Harapan Ibu Langsa
2.
i
|
3.
Ibu Safrina Salim, SKM, M.Kes selaku Pembantu
Direktur I Akademi Kebidanan Harapan Ibu Langsa
4.
Ibu Raudhah, SE, M.Kom selaku Pembantu Direktur II Akademi Kebidanan
Harapan Ibu Langsa
5.
Ibu Yuliana, AM.Keb, SKM selaku Pembantu Direktur III
Akademi Kebidanan Harapan Ibu Langsa
6.
Bapak T.Iskandar Faisal, S.Kp, M. Kes selaku
Pembimbing dan Ketua Sidang yang telah banyak memberikan waktu, tenaga dan
pikirannya demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini
7.
Ibu Emilda AS, SST, MPH selaku penguji I yang telah banyak memberikan waktu,
tenaga dan pikirannya demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini
8.
Ibu Nova Hasbani Prima Dewi, S.Sos, S.Kom selaku penguji
II yang telah banyak memberikan waktu, tenaga dan pikirannya demi kesempurnaan Karya
Tulis Ilmiah ini
9.
Seluruh Dosen,
Staf dan Pegawai administrasi Akademi Kebidanan Harapan Ibu Langsa
10.
Kepada Ayahanda
Karnain dan Ibunda Nengtitik uang telah mendidik penulis dengan kasih sayang
dan do’anya selama ini.
11.
Teman-teman
mahasiswa Akademi Kebidanan Harapan Ibu Langsa yang telah banyak membantu dan
memberikan saran dan kritik kepada penulis
12.
ii
|
Akhirnya, penulis menyadari akan
adanya kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan ini karena kesempurnaan itu
hanya milik Allah SWT, untuk itu segala kritikan dan saran yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini
di masa mendatang. Kiranya Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Langsa, 16
Juli 2012
Penulis
Listiawati
732402S09025
iii
|
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Lembar Kuesioner
Lampiran 2 : Lembar Konsultasi
Lampiran 3 : Permohonan
Judul Karya Tulis Ilmiah
Lampiran 4 : Surat
Pernyataan Kesediaan Membimbing Karya Tulis Ilmiah
Lampiran 5 : Surat
Izin Pengambilan Data Dari Gampong
Daulat
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Tabel 2.1 : Kerangka Teoritis…………………………….....................… 17
Tabel 3.1 : Variabel……………………………………………………… 18
Halaman
Tabel 3.2 : Defenisi
Operasional…………………………………………. 19
Tabel 5.1 : Distribusi Frekuensi Gambaran
Pemanfaatan KMSBalita
Dalam Buku
KIA Di Gampong Daulat Kecamatan Langsa
Kota Tahun 2012...................................................................... 26
Tabel
5.2 : Distribusi Frekuensi Gambaran Pengetahuan Ibu Terhadap
Pemanfaatan KMS Balita Dalam Buku KIA Di Gampong
Daulat Kecamatan Langsa
Kota Tahun 2012.............................
26
Tabel
5.3 : Distribusi Frekuensi Gambaran Sikap Ibu Terhadap
Pemanfaatan KMS Balita Dalam Buku KIA Di Gampong
Daulat Kecamat Langsa
Kota Tahun 2012................................. 27
vii
|
vii
|
ABSTRAK
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PEMANFAATAN
KMS (KARTU MENUJU SEHAT) BALITA DI GAMPONG DAULAT
KECAMATAN LANGSA KOTA
TAHUN 2012
LISTIAWATI
732401S09025
Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu yang memuat kurva pertumbuhan
normal anak berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur. Dengan
KMS gangguan pertumbuhan atau resiko kelebihan gizi dapat diketahui lebih dini,
berdasarkan hasil survey awal di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota terdapat
181 balita. Balita yang mempunyai KMS 181 balita (100%). Tetapi pada saat Posyandu
ibu yang membawa balitanya untuk ditimbang hanya 18 balita (10%).
Berdasarkan data diatas ibu yang
mempunyai balita masih banyak yang tidak mengetahui manfaat KMS sehingga pada
setiap posyandu atau pergi ketempat pelayanan kesehatan untuk memeriksakan
anaknya masih banyak ibu yang tidak membawa KMS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap
ibu tentang pemanfaatan KMS (Kartu Menuju Sehat) balita di Gampong Daulat Kecamatan
Langsa Kota Tahun 2012. Jenis
penelitian ini bersifat deskriptif
dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita yang memiliki KMS tetapi KMS
tersebut tidak terisi pada setiap bulannya (Posyandu) di Gampong Daulat yaitu sebanyak 73 orang dengan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa dari 73 responden mayorit tidak ada
memanfaatkan KMS yaitu 65,7%, pengetahuan kurang 69,8% dan sikap positif 68,4%
terhadap pemanfaatan KMS.
Dapat
disimpulkan bahwa pengetahuan mempengaruhi ibu terhadap pemanfaatan KMS (Kartu
Menuju Sehat) balita dan sikap tidak mempengaruhi ibu dalam pemanfaatan KMS
(Kartu Menuju Sehat) balita. Saran penelitian ini diharapkan kepada petugas
kesehatan agar dapat memberikan informasi
kepada ibu tentang pentingnya manfaat dan fungsi KMS. Bagi ibu agar
selalu mencari informasi tentang manfaat
KMS.
Kata Kunci :
Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap KMS
Daftar Pustaka :
4 Bacaan (2005-2010) + Bahan Internet 9 (2008-2011)
ABSTRACT
PREVIEW KNOWLEDGE AND
MOTHER’S ATTITUDES ABOUT
THE USE OF TODDLER KMS IN KIA
BOOKS IN
DAULAT VILLAGE OF
LANGSA CITY
DISTRICT 2012
LISTIAWATI
732401S09025
Towards Healthy cards (KMS) is a card that contains the child's normal growth curve based on anthropometric index weight for age. With KMS risk of impaired growth or excess nutrients can be detected early, so that precautions can be done more quickly and just before the problem is more severe. And based on the results of the initial survey in Daulat Village of Langsa City District there are 181 children under five. Toddlers who have a KMS 181 infants (100%). But at the integrated service post mothers carrying babies to the weigh only 18 infants (10%). Based on data on mothers who have children who do not know much the benefit of KMS so that at any integrated service post or go to the place of health care to check their children are still many women who do not carry KMS.
The
aims of this study are to determine the picture of maternal knowledge and
attitudes about the use of KMS (Towards Healthy Cards) infants in the Daulat
Village of Langsa City District 2012. This type of research is a descriptive
cross sectional design. The population in this study were all mothers who have
children who have a KMS but is not charged on a monthly basis (integrated service
post) in
Daulat Village as many as 73 people in the sample in this study is total sampling.
The
results of this study found that of 73 respondents in mayor not use KMS, namely
65.7%, 69.8% lack of knowledge and positive attitude toward the use of KMS
68.4%.
Can be concluded that the maternal influence on the utilization of knowledge in the KMS of KIA books and did not affect maternal behavior in the use of KMS in MCH books. The suggestion of this research is expected to health workers in order to provide information to mothers about the importance and benefits of KMS functions. For mothers that are always looking for information about the benefits of KMS.
Can be concluded that the maternal influence on the utilization of knowledge in the KMS of KIA books and did not affect maternal behavior in the use of KMS in MCH books. The suggestion of this research is expected to health workers in order to provide information to mothers about the importance and benefits of KMS functions. For mothers that are always looking for information about the benefits of KMS.
Keyword : Mother’s Knowledge and Attitudes of
KMS
References : 4 Readings (2005-2010) + Internet Materials 9 (2008-2011)
References : 4 Readings (2005-2010) + Internet Materials 9 (2008-2011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar