Temukan

Minggu, 18 Januari 2026

Website cepat dengan bantuan Blackbox.ai

 Membuat website cepat dengan bantuan Blackbox.ai

Contoh perintah (prompt) sederhana membuat website menggunakan Blackbox.ai

1.       Website Portofolio Sederhana (HTML, CSS, JavaScript)

Prompt ini meminta AI untuk membuat halaman tunggal yang responsif dan menarik secara visual untuk menampilkan karya.

  • "Buatlah kode lengkap (HTML, CSS, dan JavaScript) untuk website portofolio satu halaman yang modern. Website ini harus memiliki bagian 'Tentang Saya', 'Proyek', dan 'Kontak'. Terapkan desain responsif dengan skema warna minimalis (putih, abu-abu, dan aksen biru). Sertakan efek hover halus pada tautan navigasi dan tombol."

2.       Website E-Commerce Dasar (HTML/Tailwind CSS)

Prompt ini meminta kerangka dasar untuk toko online, dengan fokus pada tata letak produk.

  • "Hasilkan struktur website e-commerce dasar menggunakan Tailwind CSS. Halaman utama harus menampilkan grid 4 kolom untuk produk, dengan gambar placeholder, nama produk, dan harga. Sertakan bilah navigasi di bagian atas dengan logo, tautan 'Produk', dan ikon keranjang belanja. Pastikan tata letak responsif untuk desktop dan seluler."

3.       Formulir Kontak Fungsional (HTML/PHP Sederhana)

Prompt ini berfokus pada pembuatan elemen fungsional tertentu, bukan seluruh website.

  • "Tulis kode HTML untuk formulir kontak yang menyertakan bidang untuk 'Nama', 'Email', dan 'Pesan'. Diperlukan skrip PHP sederhana untuk memproses pengiriman formulir ini dan mengirimkan data ke alamat email tertentu. Sertakan validasi dasar sisi klien menggunakan JavaScript untuk memastikan semua bidang diisi sebelum pengiriman."

4.       Halaman Landing Page Acara (HTML/Bootstrap)

Prompt ini meminta halaman landing page yang spesifik untuk sebuah acara menggunakan kerangka kerja Bootstrap.

  • "Buat halaman landing page acara yang menarik menggunakan Bootstrap 5. Halaman harus memiliki penghitung waktu mundur JavaScript ke tanggal acara yang ditentukan, bagian pendaftaran dengan tombol CTA (Call to Action), dan bagian FAQ yang dapat diperluas. Gunakan palet warna yang cerah dan modern."

Contoh Penggunaan Prompt Terstruktur

"Buatlah struktur kode lengkap untuk website dengan domain bengkel.co.id. Website ini berfokus pada Kursus Belajar Komputer Online Khusus Cyber Security. Gunakan bahasa pemrograman Python dengan framework Flask atau Django. Fitur yang harus ada: halaman beranda yang profesional, daftar modul kursus (seperti Pentesting, Network Security, dan Python for Security), halaman pendaftaran, dan sistem login. Gunakan Tailwind CSS untuk desainnya agar terlihat modern dan responsif."

Contoh Penggunaan Prompt Berorientasi Fitur (Untuk Backend & Database)

"Tolong buatkan kode Python menggunakan Django untuk website kursus cyber security bernama bengkel.co.id. Saya butuh skema database sederhana untuk menyimpan data pengguna dan progres belajar siswa. Buat juga tampilan landing page yang menarik dengan tema 'hacker/dark mode' dan sertakan bagian testimoni serta harga kursus."

Contoh Penggunaan Prompt Singkat (Untuk Pembuatan Cepat/Draft)

"Buatlah website satu halaman (single page) menggunakan Python Streamlit untuk alamat bengkel.co.id. Isinya adalah platform kursus online Cyber Security. Sertakan formulir kontak, kurikulum singkat, dan video embed contoh pelajaran."

Tips Tambahan saat Menggunakan Blackbox AI:

  • Minta File Terpisah: Jika kodenya terlalu panjang, instruksikan Blackbox dengan: "Berikan kode secara terpisah untuk file app.py, models.py, dan folder templates/index.html."
  • Spesifikasi Keamanan: Karena topiknya adalah Cyber Security, Anda bisa meminta: "Pastikan kode Python yang dibuat mengikuti best practice keamanan web, seperti proteksi terhadap SQL Injection dan CSRF."
  • Deployment: Jika ingin segera online, tambahkan: "Berikan panduan cara men-deploy kode ini ke layanan hosting seperti Heroku atau PythonAnywhere agar domain bengkel.co.id bisa aktif."

Setelah mendapatkan kodenya, Anda bisa melakukan registrasi domain di layanan seperti Niagahoster atau Rumahweb untuk meresmikan alamat bengkel.co.id tersebut.

Riwayat Aktifitas PC

 Ada beberapa cara untuk melihat riwayat aktivitas terakhir di PC atau laptop Windows pada tahun 2026, tergantung pada detail informasi yang Anda butuhkan:

1. Melihat File yang Baru Dibuka (Recent Files)

Cara termudah untuk melihat dokumen atau folder yang baru saja diakses:

  • Melalui Quick Access: Buka File Explorer, klik Home atau Quick Access di panel kiri. Anda akan melihat daftar file di bawah bagian "Recent".
  • Melalui Perintah Run: Tekan Windows + R, ketik recent, lalu tekan Enter. Ini akan membuka folder berisi jalan pintas (shortcut) ke semua file yang baru saja dibuka. 

2. Melihat Riwayat Aplikasi dan Aktivitas (Activity History)

Windows menyimpan catatan aplikasi yang diluncurkan dan situs web yang dikunjungi (melalui Edge):

  • Buka Settings (Windows + I).
  • Pilih Privacy & security > Activity history.
  • Di sini Anda dapat melihat aktivitas yang disimpan secara lokal. Catatan: Fitur Timeline (tampilan visual aktivitas) sudah dihapus pada versi Windows terbaru, namun riwayat dasar tetap dapat dilihat atau dihapus di menu ini. 

3. Melihat Riwayat Login dan Perubahan Sistem (Event Viewer) 

Untuk informasi teknis seperti kapan PC dinyalakan atau siapa yang login:

  • Tekan Windows + R, ketik eventvwr.msc, lalu tekan Enter.
  • Riwayat Login: Buka Windows Logs > Security. Lihat kolom "Date and Time" untuk mengetahui waktu masuk pengguna.
  • Waktu PC Dinyalakan: Buka Windows Logs > System, lalu filter log dengan Event Source: Power-Troubleshooter. 

Menggunakan Event Viewer (Windows)

  1. Tekan Windows + R, ketik eventvwr.msc, lalu Enter.
  2. Pilih Windows Logs > Security (untuk login/logout) atau System (untuk aktivitas sistem).
  3. Gunakan filter (Filter Current Log) untuk mencari kode seperti 6005 (mulai sesi) dan 6006 (akhir sesi) untuk melihat kapan pengguna masuk/keluar. 

Fitur Filter Current Log di Event Viewer memungkinkan Anda menyaring ribuan data sistem yang rumit menjadi informasi spesifik yang Anda cari, seperti riwayat login atau kapan PC dimatikan. 

Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan fitur ini:

Membuka Menu Filter

  1. Buka Event Viewer (tekan Windows + R, ketik eventvwr.msc, lalu Enter).
  2. Di panel kiri, pilih kategori log yang diinginkan (contoh: Windows Logs > Security untuk riwayat login).
  3. Di panel sebelah kanan (Actions), klik Filter Current Log.... 

Mengatur Kriteria Filter

Jendela filter akan muncul dengan beberapa opsi utama:

  • Logged: Pilih rentang waktu (misalnya: Last 24 hours, Last 7 days, atau kustom).
  • Event level: Centang jenis peringatan yang ingin dilihat (misal: Critical, Error, atau Warning untuk mencari masalah sistem).
  • Includes/Excludes Event IDs: Masukkan kode ID tertentu (pisahkan dengan koma jika lebih dari satu) untuk mencari aktivitas khusus. 

Kode Event ID yang Sering Digunakan

Untuk memantau aktivitas pengguna, masukkan kode berikut di kolom Event IDs:

  • 4624: Login berhasil (menunjukkan kapan seseorang masuk ke sistem).
  • 4625: Login gagal (bisa mengindikasikan upaya akses paksa).
  • 4634 / 4647: Pengguna keluar (Logoff).
  • 6005: Sistem dinyalakan.
  • 6006: Sistem dimatikan secara normal. 

Tips Tambahan

  • Filter Berdasarkan User: Anda juga bisa memasukkan nama pengguna tertentu pada kolom User di jendela filter untuk melihat aktivitas spesifik akun tersebut.
  • Menghapus Filter: Jika ingin melihat semua data kembali, klik Clear Filter di panel sebelah kanan.
  • XML Filter: Untuk pencarian yang lebih kompleks, Anda bisa menggunakan tab XML di dalam menu filter dan mencentang "Edit query manually". 

4. Melihat Riwayat Browsing

Jika Anda ingin melihat aktivitas internet:

  • Buka browser (Chrome, Edge, atau Firefox) dan tekan Ctrl + H untuk melihat daftar situs web yang baru saja dikunjungi. 

5. Melihat Aplikasi yang Sedang Berjalan

Untuk melihat apa yang sedang aktif saat ini:

  • Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager.
  • Klik tab Processes untuk melihat aplikasi yang sedang berjalan, atau tab App history untuk melihat penggunaan sumber daya aplikasi selama periode tertentu.

Menggunakan Pengaturan Windows

  1. Buka Settings (Pengaturan) (tekan Windows + I).
  2. Pilih Privacy & security (Privasi & keamanan) > Activity history (Riwayat aktivitas).
  3. Aktifkan "Store my activity history on this device" untuk melihat aktivitas penelusuran, aplikasi, dan lokasi yang dikumpulkan. 

Menggunakan File Recent

  1. Tekan Windows + R, ketik recent, lalu Enter.
  2. Jendela akan menampilkan file dan folder yang baru saja diakses. Urutkan berdasarkan "Date modified". 

Menggunakan Browser

  • Chrome/Edge: Tekan Ctrl + H untuk membuka riwayat penelusuran.
  • Firefox: Tekan Ctrl + H untuk membuka riwayat. 

Menggunakan Akun Microsoft/Google

Akun Google: Buka Akun Google Anda > Data & privasi > Aktivitas Saya (My Activity). 

Kamis, 25 Juni 2020

OpinionWorld atau Toluna

Selamat pagi, siang, sore, dan malam
semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT
Kawan.. dah pada tau pa belon nih tentang aplikasi Dollars Hunt ? 
Aplikasi yang "katanya" bisa menghasilkan dolar (baru nyoba) ni kayaknya memang bisa menghasilkan dollar.
Tadi baru daftar dapat 0,10 dolar, trus ngelike facebook fans pagenya dapat 0,05 dolar.. Yah lumayan lah.. dan yang terpenting adalah bisa masuk ke rekening paypal (mudah-mudahan). 
ni kode referral saya (KLIK DISINI YA)
penampakan bannernya



Maaf ya, belum bisa ngasih banyak review..
Jangan lupa TERSENYUM

Wah... TERNYATA SAYA SALAH.. MAAF YA...

bagi pencari dolar dengan mengisi survey (yang sudah mendaftar di beberapa panel), saya sarankan agar jangan pernah mendaftar di "dollarsfu*kinhunt" karena aplikasi ini menggunakan alamat email yang kita daftarkan ke beberapa (banyak) tempat survey, (kecuali anda memiliki banyak email dan ip address). Tapi itu hanya saran, terserah pada pilihan anda.

Kalau mau nyari dolar dengan mengisi survey, coba ini



OpinionWorld adalah sebuah panel survei online yang dikelola dan dioperasikan oleh Survey Sampling International, LLC ("SSI"). SSI adalah penyedia pendapat global terkemuka yang menghubungkan berbagai perusahaan dengan pandangan konsumen. Lebih dari 3.000 perusahaan di seluruh dunia menggunakan SSI guna memperoleh wawasan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Bila Anda menyelesaikan sebuah survei online, hasilnya akan memengaruhi komite keputusan bisnis yang akan mengambil semua pendapat yang telah diserahkan secara jujur, maka sebuah produk atau layanan baru akan lahir. Karena itulah Anda dibutuhkan. Jika Anda belum menjadi anggota, bergabunglah sekarang juga dengan mengeklik ‘Bergabung secara Gratis’ di mana saja pada situs kami. Rasakanlah sendiri, tidak ada kewajiban sehingga Anda dapat memilih kapan saja untuk berpartisipasi dan sebagai ucapan terima kasih karena ikut serta, kami juga akan memberi Anda imbalan.

atau yang ini juga boleh


kalo yang ini, ini kode referral saya

https://id.toluna.com/referral/D9318505y



Saya memberikan saran untuk 2 survey tersebut karena kedua survey tersebut benar-benar telah memberikan imbalan atas surveynya kepada saya (dalam bentuk dollar dan pulsa)

Ini hanya sekedar saran ya...




Rabu, 13 Mei 2020

Discharge Planning Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Perkemihan : Reguler Hemodialisa (HD) EC Diabetes Melitus

LAPORAN PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN KOMPREHENSIF

DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : REGULER HEMODIALISA ( HD) EC DIABETES MELITUS DI RUANG HEMODIALISA RSUD PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2014 

Disusun Dalam Rangka Menyelesaikan Mata Ajaran Pengalaman Belajar Lapangan Komprehensif



Go to the Training Center and pick a project that looks interesting to you. If you're new, we suggest choosing a simple task type like Categorization or Box Annotation. When you get better, consider something harder like Semantic Segmentation. And if you want a real challenge, consider our LiDAR tasks.

The world of data labeling awaits you on Remotasks. GOOD LUCK

Profil UPT Puskesmas Peureulak Barat

PROFIL UPT PUSKESMAS PEUREULAK BARAT

KECAMATAN PEUREULAK BARAT

KABUPATEN ACEH TIMUR



ASLI 4 kotak

survei ini dapat menjadi pundi2 dollar

klik link tautan berikut ini

https://id.toluna.com/referral/D9318505y

yang mendaftar dan pemberi link masing2 mendpatkan 500 poin

 

PEKERJAAN

Toluna selalu mencari orang-orang pandai dan para profesional yang layak untuk membantu perusahaan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam Industri Riset Pasar Online. Departemen Sumber Daya Manusia kami berkomitmen untuk mengenali dan mengembangkan potensi setiap pegawai kami.

Jika Anda tertarik akan sebuah tantangan baru di Toluna, mohon melamar melalui email ke alamat email berikut tergantung pada lokasi Anda:

America Utara: careers.na@toluna.com

India: careerindia@toluna.com

Eropa:

·         Perancis: recrutement@toluna.com

·         Inggris Raya: recruitment-uk@toluna.com

·         Eropa Lainnya: Staffing@toluna.com

Asia: staffing@toluna.com

Mohon sertakan Daftar Riwayat Hidup Anda dan sebutkan posisi yang dikehendaki, kisaran gaji yang diinginkan dan tanggal Anda dapat mulai bekerja.

Profil UPT Puskesmas Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur

https://docs.google.com/document/d/1RT5BsKPLa2ixi1FVgYJPic3n6MwafqnrEhKebPlWkS4/edit?usp=sharing

ASLI 4 kotak

survei ini dapat menjadi pundi2 dollar

klik link tautan berikut ini

https://id.toluna.com/referral/D9318505y

yang mendaftar dan pemberi link masing2 mendpatkan 500 poin

Profil UPT Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur

https://drive.google.com/file/d/0B7FAkR3tI75kMEd3V3ZpaV9PcWM/view?usp=sharing

ASLI 4 kotak

survei ini dapat menjadi pundi2 dollar

klik link tautan berikut ini

https://id.toluna.com/referral/D9318505y

yang mendaftar dan pemberi link masing2 mendpatkan 500 poin

Kamis, 11 Januari 2018

Tugas Selasa Pagi

Hadits Shahih Bukhari  Fara’id Dua bagian laki-laki satu bagian perempuan. حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ مَرِضْتُ فَعَادَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَهُمَا مَاشِيَانِ فَأَتَانِي وَقَدْ أُغْمِيَ عَلَيَّ فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَبَّ عَلَيَّ وَضُوءَهُ فَأَفَقْتُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَصْنَعُ فِي مَالِي كَيْفَ أَقْضِي فِي مَالِي فَلَمْ يُجِبْنِي بِشَيْءٍ حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْمَوَارِيثِ Artinya : Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin Al Munkadir, ia mendengar Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhuma mengatakan; aku pernah sakit, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan Abu Bakar menjengukku dengan berjalan kaki. Keduanya mendatangiku ketika aku sedang pingsan, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam berwudhu', dan sisa wudhunya beliau guyurkan kepadaku sehingga aku siuman (sadar). Maka aku bertanya; 'Bagaimana yang harus aku lakukan terhadap hartaku?, bagaimana yang harus aku putuskan terhadap hartaku? ' Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sama sekali tidak menjawab sepatah kata pun hingga turun ayat waris. (BUKHARI - 6228). Nama Lengkap : Qutaibah bin Sa'id bin Jamil bin Tharif bin 'Abdullah Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua Kuniyah : Abu Raja' Negeri semasa hidup : Himsh Wafat : 240 H JALUR SANAD KE - 1 Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram Urutan Sanad Muhammad bin Al Munkadir bin 'Abdullah bin Al Hudair Urutan Sanad Sufyan bin 'Uyainah bin Abi 'Imran Maimun Urutan Sanad Qutaibah bin Sa'id bin Jamil bin Tharif bin 'Abdullah Hikmah di balik ini adalah bahwa sesungguhnya laki-laki mempunyai kekhususan dan urusan-urusan dalam masyarakat sosial yang ditemui dalam perempuan seperti perempuan juga mempunyai kekhususan dan urusan-urusan yang tidak ditemui dalam laki-laki. Seperti halnya keduanya juga mempunyai titik persamaan di sebagian masalah yang lain. Oleh sebab itu, ketika Allah SWT menurunkan hukum-hukum, maka tidak menjadikan laki-laki dan perempuan sama posisi dalam masyarakat sosial. Diantara kekhususan laki-laki adalah jihad dan memimpin dunia, sibuk dengan berbagai pekerjaan, beragam profesi dan hal yang berkaitan dengan pekerjaan maupun jasa lainnya yang tidak mampu dilakukan oleh kaum perempuan. Selain itu, kaum perempuan yang memang tidak keluar dari rumahnya bahkan menutup diri, akan enggan melakukan hal-hal tersebut. Padahal semua itu yang menjadi lantaran pembangunan (kemajuan) alam semesta ini. Karena kemaslahatan dalam ibadah badan maupun hukum-hukum antara kaum laki-laki dan perempuan adalah sama, Allah SWT menyamakan antara laki-laki dan perempuan pada kedua hal tersebut. Namun dalam masalah warisan, persaksian dan lainnya, maka tidak disamakan antara keduannya. Karena akal pria lebih sempurna dari perempuan dan perempuan lebih kurang akalnya dari laki-laki, maka kesaksian perempuan dijadikan setengah persaksian laki-laki. (sisi rasionalis laki-laki lebih dominan sedangkan sisi emosional perempuan lebih dominan). Ketika laki-laki lebih maslahat dalam urusan sosial dan perempuan tidak menanggung penderitaan sebagaimana kaum laki-laki, misalnya dalam menanggung biaya dan selainnya, maka Allah SWT menjadikan bagian laki-laki dalam warisan dua kali lipat dari bagian perempuan. Persamaan antara keduanya dalam ibadah badan, tidak menafikan untuk membedakan hukum antara keduanya dalam situasi yang sangat mulia, yaitu Shalat Jum’at dan Shalat Jema’ah. Hal yang paling menonjol dalam pembahasan tentang keadilan menyangkut hukum kewarisan Islam adalah hak tentang sama-sama dan saling mewarisi antara laki-laki dan perempuan khususnya aturan bagian 2 : 1 antara laki-laki dan perempuan dengan tanpa menafikkan hikmah di balik porsi aturan bagian dalam hukum waris Islam itu sendiri. Dasar yang digunakan oleh pakar waris dalam hal aturan bagian waris laki-laki dan perempuan adalah Al-Qur‟an surat al-Nisa‟ ayat 11 yang menyatakan: Ayat waris tersebut memberikan kepada kita suatu pemahaman dan prinsip untuk mengakui hak perempuan yang sebelumnya tidak pernah diakui dan membatasi hak laki-laki yang sebelumnya tanpa batas soal warisan. Oleh karena itu ayat ini berbunyi, li al-dzakar mitsl hadzdzi al-untsayain (bagian laki-laki adalah seperti bagian dua perempuan), bukan li al-untsa nishf hadzdzi al-dzakar (bagian perempuan separuh bagian laki-laki). Penekanannya adalah pada pembatasan jatah laki-laki (li al-dzakar). Pembagian ini didasarkan pada tradisi yang berlaku pada saat itu bahwa status laki-laki dalam keluarga adalah sebagai seorang pemimpin, pelindung, dan penanggungjawab wanita, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Nisa‟/4: 34: Penggugat aturan bagian waris 2 : 1 menjadi 1 : 1, umumnya berpendapat bahwa aturan bagian 2 : 1 bagi laki-laki dan perempuan merupakan aturan bagian yang tidak adil. Terutama apabila dihubungkan dengan perkembangan zaman sekarang yang sekurang-kurangnya dalam banyak kasus, dunia kerja dan/atau dunia usaha dalam konteks pendapatan ekonomi dan keuangan rumah tangga, tidak lagi menjadi monopoli kaum laki-laki seperti halnya di masa-masa lalu. Di zaman moderan kini dunia kerja/usaha juga sudah menjadi domain kaum perempuan, dalam hal ini justru istri atau ibu rumah tangga. Bahkan dalam kasus-kasus tertentu, tidak jarang penghasilan ekonomi istri/ibu jauh lebih besar daripada penghasilan ekonomi para suami/ayah. Sebelum Islam datang wanita sama sekali tidak mendapatkan bagian warisan. Setelah Islam datang, wanita diberi bagian warisan meskipun hanya setengah dari laki-laki. Karena itu dapat dipahami bahwa jiwa dari ayat waris tersebut ialah bahwa pada dasarnya usaha meningkatkan hak dan derajat wanita itu harus terus dilakukan dan tidak boleh terhenti. Kemudian oleh karena kehidupan modern sekarang ini telah memberikan kewajiban yanglebih besar kepada wanita dibandingkan pada masa lalu sehingga wanita kini juga dapat memberikan peran yang sama dengan laki-laki dalam masyarakat, maka logis saja kalau hak-haknya dalam warisan juga ditingkatkan agar sama dengan bagian laki-laki. Arti keadilan dalam hukum waris Islam bukan diukur dari kesamaan tingkatan antara ahli waris, tetapi ditentukan berdasarkan besar-kecilnya beban tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka, ditinjau dari keumuman keadaan kehidupan manusia.

Kalender 2018

Kalender 2018 versi pdf nih linknya : https://app.box.com/s/zvjdms1p66np0nw9aamd4ulef6poxrjv

Rabu, 18 Oktober 2017

Rabu, 16 November 2016

PENGARUH PERSONAL HYGIENE TERHADAP PERILAKU PERSONALITY PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LP) KLAS II B KOTA LANGSA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum, sehingga setiap kegiatan manusia atau masyarakat harus berdasarkan pada peraturan yang ada dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Salah satu bentuk tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat adalah kejahatan. Kejahatan adalah tingkah laku pada manusia yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. Akibatnya tentu akan diberikan hukuman dan mendekam dalam penjara atau Lembaga Pemasyarakatan. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan pada bab I pasal 1 point ketiga menyebutkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan berperan untuk melakukan pembinaan, membimbing, mendidik, memperbaiki, memulihkan keadaan dan tingkah laku bagi para narapidana agar tidak mengulangi kesalahaannya, serta dapat kembali sebagai manusia yang berguna di tengah masyarakat. Lembaga Pemasyarakatan menjadi salah satu tempat untuk mengembalikan narapidana pada kemampuan mengendalikan diri. Program pembinaan kepribadian diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan dengan harapan dapat menjadi manusia yang lebih baik dan menyadari kesalahannya, melalui usaha peningkatan kesadaran intelektual, beragama, bermasyarakat, hukum, kesadaran berbangsa dan bernegara, dengan memberantas faktor-faktor yang dapat menyebabkan narapidana berbuat hal yang bertentangan dengan hukum, kesusilaan, agama, atau kewajiban-kewajiban sosial lain yang dapat dikenakan pidana apabila dilanggar (Harsono, 1995:18). Proses perubahan perilaku individu, dari manusia yang kurang baik menjadi manusia yang lebih baik tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang diberikan pada organisme dapat diterima atau ditolak. Artinya kualitas dari sumber komunikasi (sources) sangat menentukan keberhasilan perubahan perilaku seseorang, kelompok atau masyarakat. Apabila stimulus telah mendapat perhatian dari organisme (diterima) maka ia mengerti stimulus ini dan dilanjutkan kepada proses berikutnya (bersikap). Akhirnya dengan dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan maka stimulus tersebut mempunyai efek tindakan dari individu tersebut (perubahan perilaku). Hal ini juga berlaku dalam konsep promosi kesehatan. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat. Oleh sebab itu, dalam rangka membina dan meningkatkan kesehatan masyarakat, intervensi atau upaya yang ditujukan kepada faktor perilaku ini sangat strategis. Intervensi terhadap faktor perilaku secara garis besar dapat dilakukan melalui dua upaya yang saling bertentangan. Masing-masing upaya tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kedua upaya tersebut dilakukan melalui paksaan (coertion) dan pendidikan (education) (Notoatmodjo, 2012:17-18). Notoatmodjo (2012:29) juga menyebutkan bahwa lingkungan fisik, termasuk sarana dan prasarana untuk kesehatan sangat penting perannya dalam mempengaruhi kesehatan dan juga perilaku kesehatan. Karena dengan penyuluhan kesehatan atau pemberian informasi kesehatan hanya mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat dan untuk terwujudnya pengetahuan kesehatan menjadi perilaku (praktik atau tindakan) kesehatan memerlukan sarana dan prasarana (lingkungan fisik). Lingkungan lembaga pemasyarakatan pada umumnya kurang higienis dan kurang terpelihara akibat jumlah penghuni kamar yang melebihi kapasitas. Tidak berbeda halnya dengan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, dapat diketahui bahwa saat ini narapidana penghuni Lapas klas II B Langsa sudah mencapai 394 orang, sementara jumlah tempat penampungan hanya tersedia ‎20 kamar. Menurut petugas lapas, kondisi ini sudah overcapacity atau melebihi daya tampung. Sanitasi yang kurang higienis berkaitan dengan penularan penyakit karena akses terhadap sanitasi layak merupakan salah satu pondasi inti dari masyarakat yang sehat. Sanitasi yang baik merupakan elemen penting yang menunjang kesehatan manusia. Sanitasi berhubungan dengan kesehatan lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2015:176). Istilah Hygiene dan sanitasi mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengusahakan cara hidup sehat sehingga terhindar dari penyakit, tetapi dalam penerapannya mempunyai arti yang sedikit berbeda. Usaha sanitasi lebih menitik beratkan pada faktor lingkungan hidup manusia, sementara hygiene lebih menitik beratkan pada usaha-usaha kebersihan perorangan (personal hygiene). Menurut Christy, et al (2015:479), kebersihan diri adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologis. Pemenuhan kebersihan diri diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan, dan kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene antara lain (1) body image, yaitu gambaran individu terhadap dirinya yang mempengaruhi kebersihan diri misalnya dengan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya. (2) praktik sosial, yaitu pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. (3) status sosial ekonomi, yaitu personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. (4) pengetahuan, yaitu pengetahuan mengenai personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. (5) budaya, yaitu pada sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh mandi. (6) kebiasaan seseorang, yaitu ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun, sampo dan lain-lain. (7) kondisi fisik atau psikis, yaitu pada keadaan tertentu atau sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. Personal hygiene menurut Sajida (2012:9-10) meliputi kebersihan kulit, kebersihan rambut, kebersihan gigi, kebersihan telinga dan kebersihan tangan, kaki, dan kuku. Tujuan personal hygiene adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan, memelihara kebersihan diri, memperbaiki personal hygiene yang kurang, mencegah penyakit, menciptakan keindahan, dan meningkatkan rasa percaya diri. Kepribadian (personality) seseorang merupakan unsur penting pembentuk perilaku. Aspek-aspek kepribadian, menurut Wikipedia (2015) mencakup karakter, temperamen, sikap, stabilitas emosi, responsibilitas dan sosiabilitas. Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Perilaku personality akan mempengaruhi upayanya dalam menyelesaikan berbagai masalah yang menimpanya, juga untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, jika seseorang tidak mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik atau kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, dikhawatirkan bisa saja menempuh cara yang salah untuk menyelesaikan masalahnya, yang akhirnya hanya akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain yang ada di sekitarnya. Perilaku personality narapidana di Lembaga Pemasyarakatan sangat terpengaruh dengan keadaan emosi yang tidak stabil. Seorang narapidana selama di pidana akan kehilangan kepribadian dan identitas diri (lost of personality), akibat peraturan dan tata cara hidup di Lembaga Pemasyarakatan, Kondisi psikologis yang mempengaruhi seseorang untuk berperilaku juga dipengaruhi oleh struktur kepribadiannya. Jika struktur kepribadiannya sehat, tentu akan memiliki mental yang sehat sehingga kelak ketika narapidana tersebut bebas, ia mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik. Jurnal yang dipublikasikan oleh Devy Meylina Christy, et al (2015) dengan judul Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Skin Personal Hygiene Management terhadap Tindakan Perawatan Diri pada Narapidana Penderita Skabies di Lembaga Pemasyarakatan Klas II-A Jember menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang Skin Personal Hygiene Management terhadap tindakan perawatan diri pada narapidana penderita skabies di Lembaga Pemasyarakatan Klas II-A Jember. Tindakan perawatan diri pada kelompok perlakuan dikategorikan 100% baik, sementara pada kelompok kontrol 90,9% dikategorikan cukup. Disarankan bahwa perawat dapat memberikan Skin Personal Hygiene Management untuk meningkatkan tindakan perawatan diri yang mana dapat mencegah infeksi skabies dan menggunakan Skin Personal Hygiene Management sebagai program pendidikan kesehatan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Zulfah (2008) dengan judul Perencanaan Perbekalan Obat di Poliklinik Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Narkotika Jakarta Tahun 2007, menemukan bahwa Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat yang rentan dalam penyebaran penyakit. Hasil studinya menunjukkan bahwa narapidana menderita penyakit kulit, berkaitan dengan perilaku yang mereka lakukan sebelum masuk atau selama mendekam di Lembaga Pemasyarakatan sehingga proses penularan penyakit sangat mudah terjadi. Hasil kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat yang rentan dalam penyebaran penyakit. Oleh karena itu diperlukan kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan orang dan membuat keputusan yang tepat sehubungan dengan pemeliharaan kesehatan. outputnya diharapkan narapidana dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan atau dapat dikatakan berperilaku kondusif. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut keterkaitan antara personal hygiene dan perilaku personality khususnya pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Langsa. 1.2. Rumusan Masalah Sehat memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kondisi sanitasi yang kurang higienis berkaitan dengan penularan penyakit. Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang adalah perilaku personal hygiene, maka perumusan masalah yang dapat dikembangkan adalah bagaimana pengaruh personal hygiene terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. 1.3. Tujuan 1.3.1. Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh personal hygiene terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa 1.3.2. Tujuan Khusus Tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis pengaruh body image terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. 2. Menganalisis pengaruh praktik sosial terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. 3. Menganalisis pengaruh status sosial ekonomi terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. 4. Menganalisis pengaruh pengetahuan terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. 5. Menganalisis pengaruh budaya terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. 6. Menganalisis pengaruh kebiasaan seseorang terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. 7. Menganalisis pengaruh kondisi fisik atau psikis terhadap perilaku personality pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. 1.4. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian ini adalah: 1. Sebagai masukan bagi narapidana agar berusaha memperbaiki kebiasaan hidup yang merugikan bagi kesehatan sehingga dapat menjaga kesehatan diri khususnya yang berkaitan dengan perilaku personality. 2. Sebagai bahan evaluasi dan masukan bagi lembaga pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perilaku personality narapidana khususnya narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kota Langsa. DAFTAR PUSTAKA Christy, et al. 2015. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Skin Personal Hygiene Management terhadap Tindakan Perawatan Diri pada Narapidana Penderita Skabies di Lembaga Pemasyarakatan Klas II-A Jember. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.3 (no.3), September, 2015. Fitriani, Sinta. 2011. Promosi kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Harsono. 1995. Sistem Baru Pembinaan Narapidana. Jakarta: Djambatan. Kartono, K. 2003. Patologi Sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kemenkes RI. 2015. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Sajida, Agsa. 2012. Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Keluhan Penyakit Kulit di Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2012. Skripsi Penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Wikipedia. 2015. Kepribadian. Diakses melalui https://id.wikipedia.org/wiki/Kepribadian pada tanggal 1 Nopember 2016. Zulfah, Amalia. 2008. Perencanaan Perbekalan Obat di Poliklinik Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Narkotika Jakarta Tahun 2007. Jakarta: Universitas Indonesia. TOPIK Warga binaan pemasyarakatan sebagai insan dan sumber daya manusia harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi dalam satu sistem pembinaan yang terpadu termasuk dalam hal upaya kesehatan. Banyaknya sarana dan prasarana di Lembaga Pemasyarakatan yang kurang layak digunakan khususnya permasalahan sanitasi, dikhawatirkan tidak dapat mendukung perbaikan perilaku warga binaan tersebut, sehingga ketika keluar dari Lembaga Pemasyarakatan, warga binaan tersebut akan mengulangi perbuatan yang melanggar pidana. Masalah kesehatan memang sangat kompleks dan saling berkaitan dengan masalah-masalah di luar kesehatan itu sendiri. Demikian pula untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat tidak hanya dilihat dari segi kesehatan itu sendiri tapi harus dari seluruh segi yang ada pengaruhnya terhadap kesehatan tersebut. Teori klasik yang dikembangkan oleh Blum (1974) mengatakan bahwa ada empat determinan utama yang mempengaruhi derajat kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. Empat determinan tersebut diurut berdasarkan besarnya pengaruh terhadap kesehatan adalah (1) Lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan non fisik (sosial, budaya, ekonomi, politik dan sebagainya), (2) Perilaku, (3) Pelayanan Kesehatan dan (4) Keturunan atau herediter. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan masyarakat hendaknya juga dialamatkan kepada empat faktor tersebut. Dengan kata lain, intervensi atau upaya kesehatan masyarakat juga harus dikelompokkan menjadi empat intervensi tersebut. PENGARUH PERSONAL HYGIENE TERHADAP PERILAKU PERSONALITY PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LP) KLAS II B KOTA LANGSA PROPOSAL NONA RITA KURNIA NPM. 1610210015
PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDA ACEH TAHUN 2016

Ganti oli

Label Ganti Oli cetak ukuran A4 SSS Prima XP

Sabtu, 01 Oktober 2016

DAFTAR SINGKATAN (kesehatan umum)

AKABA : Angka Kematian Balita AKB : Angka Kematian Bayi AKDR : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim AKI : Angka Kematian Ibu ANC : Antenatal Care APD : Alat Pelindung Diri APGAR : Apparnce, Pols, Grimace, Activity, Respiration APN : Asuhan Persalinan Normal ASEAN : Asosiation South East Asian Nation ASI : Air Susu Ibu BAB : Buang Air Besar BAK : Buang Air Kecil BAKSOKU : Bidan, Alat, Keluarga, Surat, Obat, Kendaraan, Uang BBL : Bayi Baru Lahir BPS : Bidan Praktek Swasta BY : Bayi CM : Centimeter DEPKES RI : Departemen Kesehatan Republik Indonesia DINKES : Dinas Kesehatan DJJ : Denyut Jantung Janin DMPA : Depo Mendroksi Progesteron Asetat DTT : Desinfektan Tingkat Tinggi GPA : Gravida, Partus, Abortus HB : Hemoglobin HCG : Hormon Corionic Gonadtrophin HDI : Human Development Index HIV/AIDS : Human Immunodeficincy Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome HPHT : Hari Pertama Haid Terakhir HPL : Hari Perkiraan Lahir IM : Intra Muscular IMD : Inisiasi Menyusui Dini INC : Intranatal Care IPM : Indek Pembangunan Manusia IUD : Intra Uterine Divice K : Kunjungan Kehamilan KB : Keluarga Berencana KBA : Keluarga Berencana Alamiah KEK : Kurang Energi Kronik KEMENKES RI : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia KF : Kunjungan Nifas KIA : Kesehatan Ibu dan Anak KIE : Konseling Informasi Edukasi KG : Kilogram KK : Kartu Keluarga KN : Kunjungan Neonatus MMHG : Mili Meter Hectogram MOW : Metode Operasi Wanita MTBM : Manajemen Terpadu Bayi Muda NY : Nyonya PAP : Pintu Atas Panggul PMS : Penyakit Menular Seksual PNC : Post Natal Care PUS : Pasangan Usia Subur PUKA : Punggung Kanan PUKI : Punggung Kiri RR : Respiration Rate SDKI : Survei Demografi Kesehatan Indonesia SOAP : Subjek, Objek, Asesment, Planning TBBJ : Tafsiran Berat Badan Janin TD : Tekanan Darah TEMP : Temperatur TFU : Tinggi Fundus Uteri TT : Tetanus Toxoid TTP : Tafsiran Tanggla Persalinan TTV : Tanda-Tanda Vital USG : Ultra Sonografi WHO : World Health Organisation

Minggu, 14 Agustus 2016

الاحمدي

الاحمديالاحمدي

HUBUNGAN FASILITAS PUSKESMAS DAN PENDAPATAN JASA JKN TERHADAP TARGET SPM DI UPTD PUSKESMAS LANGSA KOTA #4

BAB IV METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota dengan pendekatan penelitian secara cross sectional yaitu melakukan pengukuran atau pengamatan dalam sewaktu. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di UPTD Puskesmas Langsa Kota sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan selama 2 (dua) bulan terhitung mulai dari bulan Mei sampai Juni tahun 2016. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di UPTD Puskesmas Langsa Kota yang berjumlah 144 orang. Untuk menentukan besar sampel penelitian digunakan rumus Slovin, yaitu : n=N/〖1+N(d)〗^2 Keterangan : n : besar sampel N : besar populasi d : tingkat kepercayaan (10%) n=144/〖1+144(0,1)〗^2 n=144/(1+1,44) n=59,01≈59 Hasil perhitungan jumlah sampel di atas didapatkan jumlah sampel dibutuhkan adalah 59 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling (secara sengaja) yang disesuaikan dengan karakteristik sampel dengan kriteria pemilihan tertentu. Agar karakteristik sampel tidak menyimpang dari populasinya, maka sebelum dilakukan pengambilan sampel perlu ditentukan kriteria inklusi maupun kriteria eksklusi. Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel. Sedangkan kriteria eksklusi adalah ciri-ciri anggota populasi yang tidak dapat diambil sebagai sampel. Dalam penelitian ini yang menjadi kriteria inklusinya adalah : Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Bersedia menjadi responden. Sedangkan yang menjadi kriteria eksklusinya adalah : Masa kerja sebagai karyawan di UPTD Puskesmas Langsa Kota kurang dari setahun (12 bulan Tidak bersedia menjadi responden. Alat dan Metode Pengumpulan Data Alat Pengumpulan Data Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai : Kuesioner data demografi responden meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, unit kerja/bagian, jabatan, lama bekerja dan status kepegawaian. Kuesioner kinerja staf UPTD Puskesmas Langsa Kota terdiri dari 4 bagian, yaitu kualitas (5 pertanyaan), kuantitas (8 pertanyaan), waktu kerja (7 pertanyaan) dan kerja sama (8 pertanyaan). Penilaian kuesioner tersebut meliputi Penilaian oleh Atasan / Kepala Puskesmas (penilaian mengarah kebawah). Penilaian Rekan Sekerja (penilaian setara). dan Penilaian Oleh Diri Sendiri. Kuesioner kinerja staf UPTD Puskesmas Langsa Kota yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang di adopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Imas Wirdaningsih (2012) dari Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan. Kuesioner Fasilitas terdiri dari 2 pertanyaan yang terdiri dari 1 pertanyaan dengan pilihan jawaban Ya dan Tidak dan 1 pertanyaan lainnya merupakan pertanyaan terbuka (essay). Kuesioner Lingkungan Kerja terdiri dari 2 pertanyaan yang terdiri dari 1 pertanyaan dengan pilihan jawaban Ya dan Tidak dan 1 pertanyaan lainnya merupakan pertanyaan terbuka (essay). Kuesioner Prioritas Kerja terdiri dari 2 pertanyaan yang terdiri dari 1 pertanyaan dengan pilihan jawaban Ya dan Tidak dan 1 pertanyaan lainnya merupakan pertanyaan terbuka (essay). Kuesioner Supportive Boss terdiri dari 2 pertanyaan yang terdiri dari 1 pertanyaan dengan pilihan jawaban Ya dan Tidak dan 1 pertanyaan lainnya merupakan pertanyaan terbuka (essay). Kuesioner Bonus Kerja terdiri dari 2 pertanyaan yang terdiri dari 1 pertanyaan dengan pilihan jawaban Ya dan Tidak dan 1 pertanyaan lainnya merupakan pertanyaan terbuka (essay). Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Wawancara dilakukan kepada responden penelitian. Dalam Pelaksanaan penelitian, untuk memperoleh data yang diperlukan akan dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : Persiapan materi melalui studi dokumentasi dan studi pustaka yang mendukung penelitian Surat izin penelitian dari STIKes Bustanul Ulum Langsa untuk pengambilan data di Puskesmas Langsa Kota. Setelah mendapatkan surat izin, kemudian peneliti menjumpai calon responden dan memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan peneliti dan meminta kesediaan responden untuk berpartisipasi dalam penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan responden. Responden yang bersedia berpartisipsi di dalam penelitian ini akan diberi penjelasan tentang tata cara pengisian kuesioner. Pengisian dilakukan dengan cara, peneliti membacakan pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya, sementara responden hanya memberikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan lalu peneliti akan memberikan tanda pada pilihan jawaban responden. Apabila dalam wawancara tersebut responden mengalami kesulitan untuk memahami pertanyaan yang ada, maka peneliti menjelaskan kembali pertanyaan tersebut secara menyederhanakan lagi, sehingga responden benar-benar mengerti. Setelah lembar kuesioner selesai terisi, peneliti mengoreksi kembali jawaban responden, untuk memastikan bahwa lembar kuesioner benar-benar terisi secara lengkap, dan apabila terdapat pertanyaan yang belum terisi maka peneliti meminta kepada responden untuk melengkapi jawabannya. Setelah seluruh keperluan mengenai kuesioner lengkap, selanjutnya peneliti mengucapkan terima kasih kepada responden atas partisipasinya. Semua data diterminasi, dihitung kemudian dilakukan analisis statistik dengan menggunakan komputer. Setelah analisa statistik selesai kemudian dibuat pembahasan dan kesimpulan yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, tabulasi silang dan narasi. Metode Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program statistik komputer, yaitu SPSS for window. Proses pengolahan data ini menurut Notoatmodjo (2010) melalui tahap-tahap sebagai berikut : Editing Secara umum editing adalah kegiatan untuk pengecekan dan perbaikan isian formulir atau kuesioner. Proses editing dilakukan di tempat pengumpulan data sehingga jika ada kekurangan dapat segera dilengkapi. Coding Pengkodean atau coding yakni mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjutnya diklasifikasikan menurut macamnya. Klasifikasi dilakukan dengan jalan menandai masing-masing dengan kode berupa angka kemudian memasukkan kedalam lembar tabel kerja guna mempermudah untuk membacanya. Entry Entry data merupakan proses memasukkan data yang sudah terkumpul kedalam komputer untuk dianalisa. Yaitu jawaban-jawaban dari masing-masing responden yang dalam bentuk kode (angka/huruf) di masukkan kedalam program atau software komputer. Cleaning Yaitu apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai dimasukan, perlu di cek kembali untuk melihat kemungkinan kesalahan-kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi. Analisa Data Data yang telah terkumpul dianalisa menggunakan analisa univarit dan analisa bivariat menggunakan bantuan aplikasi komputer yaitu program Statistik Product Service Solution (SPSS). Metode statistik untuk analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Analisa Univariat Analisa univariat adalah suatu prosedur untuk menganalisa data dari suatu variabel yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu hasil penelitian dalam bentuk distribusi frekuensi dan presentase (%) dari masing-masing variabel dengan memakai rumus persentase yaitu : P= f/n x 100% Keterangan : P : Presentase f : frekuensi tiap kategori n : jumlah sampel Analisa Bivariat Analisa bivariat pada penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Jasa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap Kinerja Staf UPTD Puskesmas Langsa Kota melalui uji statistik yaitu uji Chi square. Uji Chi square digunakan untuk menganalisa hubungan katagorik dengan katagorik. Pembuktian uji Chi square dilakukan dengan menggunakan formula : Mencari chi square dengan rumus : X^2=∑▒〖(f_o-f_e)〗^2/f_e Keterangan : X2 : nilai Chi square fo : frekuensi yang diobservasi fe : frekuensi yang diharapkan Mencari nilai X2 tabel dengan rumus : dk=(k-1)(b-1) Keterangan : k : banyaknya kolom b : banyaknya baris Untuk mengetahui Pengaruh Variabel Fasilitas terhadap Kinerja Staf UPTD Puskesmas Langsa Kota, digunakan taraf signifikan yaitu α (0,05) : Apabila p < 0,05 = Ho ditolak, berarti Ada Pengaruh Fasilitas terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Apabila p ≥ 0,05 = Ho diterima atau gagal menolak Ha, berarti Tidak Ada Pengaruh Fasilitas terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Untuk mengetahui Pengaruh Variabel Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Staf UPTD Puskesmas Langsa Kota, digunakan taraf signifikan yaitu α (0,05) : Apabila p < 0,05 = Ho ditolak, berarti Ada Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Apabila p ≥ 0,05 = Ho diterima atau gagal menolak Ha, berarti Tidak Ada Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Untuk mengetahui Pengaruh Variabel Prioritas Kerja terhadap Kinerja Staf UPTD Puskesmas Langsa Kota, digunakan taraf signifikan yaitu α (0,05) : Apabila p < 0,05 = Ho ditolak, berarti Ada Pengaruh Prioritas Kerja terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Apabila p ≥ 0,05 = Ho diterima atau gagal menolak Ha, berarti Tidak Ada Pengaruh Prioritas Kerja terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Untuk mengetahui Pengaruh Variabel Supportive Boss terhadap Kinerja Staf UPTD Puskesmas Langsa Kota, digunakan taraf signifikan yaitu α (0,05) : Apabila p < 0,05 = Ho ditolak, berarti Ada Pengaruh Supportive Boss terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Apabila p ≥ 0,05 = Ho diterima atau gagal menolak Ha, berarti Tidak Ada Pengaruh Supportive Boss terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Untuk mengetahui Pengaruh Variabel Bonus terhadap Kinerja Staf UPTD Puskesmas Langsa Kota, digunakan taraf signifikan yaitu α (0,05) : Apabila p < 0,05 = Ho ditolak, berarti Ada Pengaruh Bonus terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Apabila p ≥ 0,05 = Ho diterima atau gagal menolak Ha, berarti Tidak Ada Pengaruh Bonus terhadap Kinerja Karyawan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Aturan yang berlaku pada uji chi-square dalam program Statistik Product Service Solution (SPSS) adalah sebagai berikut: Bila pada tabel 2x2 dijumpai nilai e (harapan) kurang dari 5, maka uji yang digunakan adalah Fisher Exact Test. Bila pada tabel 2x2, dan tidak ada nilai e <5, maka uji yang dipakai sebaiknya Continuity Correction. Bila tabel lebih dari 2x2, misalnya 3x2 dan lain-lain, maka digunakan uji Pearson Chi Square. Uji “ Likelihood Ratio “ dan “ Linear-by-Linear Assciation “, biasanya digunakan untuk keperluan lebih spesifik, misalnya analisis stratifikasi pada bidang epidemiologi dan juga untuk mengetahui hubungan linier dua variabel katagorik, sehingga kedua jenis ini jarang digunakan.